Koordinator Kontras Haris Azhar. (Sumber: Twitter HA)



KBR, Jakarta- Koordinator Kontras Haris Azhar hanya  akan membuka bukti dari pengakuan Freddy Budiman kepada presiden, jika Jokowi setuju membentuk tim gabungan independen untuk mengusut kasus tersebut. Haris mengaku tak percaya dengan tim bentukan Polri, BNN ataupun TNI.

haris beralasan   hanya ingin ada jaminan jika bukti yang dimilikinya bisa terjaga dengan baik

"Itu internal masing-masing untuk melihat ke diri institusi masing-masing. Tapi bukan tidak mungkin, Misalnya sekarang PPATK sudah menyerahkan bukti, apakah itu mau diserahkan ke tim masing-masing. Siapa yang bisa menjamin itu terjaga semua. Sekarang kalau tidak mau membentuk tim independen, ya buka dulu data dari PPATK," kata Haris kepada KBR, Kamis (11/8/2016).

Haris menambahkan, seharusnya semua pihak fokus mengusut jejaring gembong narkoba Freddy Budiman yang diduga melibatkan para petinggi negara. Bukan terus menerus mempersoalkan tulisan pengakuan Freddy padanya. Dia juga meminta data yang diserahkan PPATK soal penyelundupan narkoba Freddy bisa dibuka ke publik.

"PPATK memeriksa data yang berkaitan dengan Freddy Budiman yang lari ke mana-mana. Jadi jangan balik lagi ke tulisan saya. Jangan sibuk membuktikan tulisan saya, tapi dengan siapa Freddy bekerja. Tulisan saya pintu masuk untuk kasus Freddy," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Kepolisian Indonesia untuk segera mengusut tuntas praktek keterlibatan aparat penegak hukum dalam peredaran narkoba di Indonesia. Hal itu terkait testimoni terpidana mati Freddy Budiman kepada Koordinator Kontras Haris Azhar. Kata Jokowi, Polri harus lebih berhati-hati lagi dalam menyelidiki kasus tersebut.

Kata Jokowi, Polri harus melibatkan banyak pihak dalam menelusuri penuntasan kasus tersebut. Di antaranya pelibatan pakar-pakar yang dianggap kompeten dalam penyelesaian kasus itu. Meski demikian, dia juga menyayangkan soal informasi kasus tersebut yang baru diungkapkan sekarang.

Sementara itu, terkait data-data soal jaringan Freddy Budiman, Polri dan BNN mengaku sudah menerima laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait aliran dana dari bandar narkoba Freddy Budiman. PPATK  menyebut dugaan aliran dana bisa dikerucutkan lewat kaki tangan Freddy Budiman. Kaki tangan itu adalah orang-orang yang mentransfer uang ke para oknum BNN, Polisi dan TNI, seperti pengakuan Freddy. Ia mengklaim telah mengirimkan setidaknya 450 miliar ke aparat.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!