[Beking Narkoba] Kontras Minta Kemenkumham Buka Rekaman Video Freddy

"Video itu bisa dikategorikan sebagai bukti-bukti petunjuk. Bagaimana orang-orang yang kemungkinan besar namanya disebut dalam video tersebut, bisa dimintai keterangannya"

Senin, 15 Agus 2016 16:02 WIB

Ilustrasi: Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman. (Foto: KBR/M. Ridlo)



KBR, Jakarta- Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) berharap agar video rekaman   di penjara Nusa Kambangan  yang disimpan Kementerian Hukum dan HAM tidak diedit ketika dilepas ke publik. Wakil Koordinator Kontras, Puri Kencana Putri mengatakan,  sudah meminta Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, untuk segera melepaskan video tersebut pada publik. Pasalnya, imbuh Puri, orang yang bertanggungjawab pada video itu mengatakan akan mengeluarkan video itu 32 tahun lagi.

"Video itu bisa dikategorikan sebagai bukti-bukti petunjuk. Bagaimana orang-orang yang kemungkinan besar namanya disebut dalam video tersebut, bisa dimintai keterangannya. Bisa dilacak rekeningnya mungkin, kalau kemudian mereka terkait dengan aliran dana. Kemudian juga bisa dilacak interaksinya dengan  Freddy Budiman. Di dalam ruang dan kesempatan seperti  apa orang-orang yang kemungkinan besar namanya disebut dalam video Fredi Budiman tersebut itu melakukan tindakan-tindakan di luar prosedur," papar Puri, Senin (15/08).

Putri melanjutkan, sampai hari ini belum ada pernyataan resmi dari Kemenhumham terkait dengan pelepasan video tersebut pada publik. Negara, sambung Putri, sedang mengulur waktu penyelesaian kasus ini. Pasalnya, semua bukti yang mendukung penuntasan kasus ini sudah terkuak. Putri mencontohkan   pengakuan Bekas Kalapas Klas I Nusakambangan, Liberty Sitinjak, video pengakuan Fredy Budiman yang disimpan Kemenhumham, dan temuan dugaan Tindak Pidana  Pencucian Uang (TPPU) oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebesar Rp3,6 triliun.

"Kontras secara organisasi melihat ada jarak yang dibangun Kemenhumham untuk menindaklanjuti tantangan (yang dilayangkan) Kontras. Kami khawatir (video tersebut) bisa dirusak kualitasnya, bisa diedit, bisa dipangkas nama-nama yang ada dalam video itu untuk melindungi negara," tekan Puri.

Sebelumnya Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Akbar Hadi menyatakan membuat video  berisi testimoni Freddy Budiman. Video berdurasi 15 menit itu direkam   sehari sebelum eksekusi mati  Jumat (29/7/2016) dini hari.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

KPK Periksa Marliem, Agus Rahardjo: Dia Tak Mau di-BAP

  • Berikan Remisi 17 Agustus, Pemerintah Klaim Hemat Anggaran Rp 102 Miliar
  • 72 Tahun, Warga 2 Daerah di Aceh Utara Belum Punya Desa Definitif
  • Singapura Luncurkan Bank Donor ASI

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR