Ilustrasi: Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman. (Foto: KBR/M. Ridlo)



KBR, Jakarta- Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) berharap agar video rekaman   di penjara Nusa Kambangan  yang disimpan Kementerian Hukum dan HAM tidak diedit ketika dilepas ke publik. Wakil Koordinator Kontras, Puri Kencana Putri mengatakan,  sudah meminta Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, untuk segera melepaskan video tersebut pada publik. Pasalnya, imbuh Puri, orang yang bertanggungjawab pada video itu mengatakan akan mengeluarkan video itu 32 tahun lagi.

"Video itu bisa dikategorikan sebagai bukti-bukti petunjuk. Bagaimana orang-orang yang kemungkinan besar namanya disebut dalam video tersebut, bisa dimintai keterangannya. Bisa dilacak rekeningnya mungkin, kalau kemudian mereka terkait dengan aliran dana. Kemudian juga bisa dilacak interaksinya dengan  Freddy Budiman. Di dalam ruang dan kesempatan seperti  apa orang-orang yang kemungkinan besar namanya disebut dalam video Fredi Budiman tersebut itu melakukan tindakan-tindakan di luar prosedur," papar Puri, Senin (15/08).

Putri melanjutkan, sampai hari ini belum ada pernyataan resmi dari Kemenhumham terkait dengan pelepasan video tersebut pada publik. Negara, sambung Putri, sedang mengulur waktu penyelesaian kasus ini. Pasalnya, semua bukti yang mendukung penuntasan kasus ini sudah terkuak. Putri mencontohkan   pengakuan Bekas Kalapas Klas I Nusakambangan, Liberty Sitinjak, video pengakuan Fredy Budiman yang disimpan Kemenhumham, dan temuan dugaan Tindak Pidana  Pencucian Uang (TPPU) oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebesar Rp3,6 triliun.

"Kontras secara organisasi melihat ada jarak yang dibangun Kemenhumham untuk menindaklanjuti tantangan (yang dilayangkan) Kontras. Kami khawatir (video tersebut) bisa dirusak kualitasnya, bisa diedit, bisa dipangkas nama-nama yang ada dalam video itu untuk melindungi negara," tekan Puri.

Sebelumnya Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Akbar Hadi menyatakan membuat video  berisi testimoni Freddy Budiman. Video berdurasi 15 menit itu direkam   sehari sebelum eksekusi mati  Jumat (29/7/2016) dini hari.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!