2 Miliar Bonus Medali Olimpiade, Ini Rencana Eko Yuli

"Ya mudah-mudahan ke depan selalu begini ya. Menghargai sebagai pejuang demi mendapatkan medali. "

Selasa, 23 Agus 2016 16:04 WIB

Eko Yuli peraih perak Olimpiade Rio. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Peraih medali perak Olimpiade Rio 2016 dari cabang angkat besi, Eko Yuli Irawan, mengapresiasi penyambutan yang dilakukan pemerintah kepada para atlet. Menurut dia, penghargaan ini bisa memotivasi atlet-atlet lain ke depannya untuk mengharumkan nama Indonesia.

"Kami sebagai atlet dihargai lebih baik. Ya mudah-mudahan ke depan selalu begini ya. Menghargai sebagai pejuang demi mendapatkan medali. Sebagai atlet juga lebih diperhatikan sih," kata Eko di Bandara Soekarno Hatta, Selasa (23/8).

Eko bersama atlet olimpiade lainnya, termasuk pasangan peraih medali emas Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, akan berparade dari bandara hingga ke kantor Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Besok, mereka akan diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana.

Eko bersama rekan satu cabangnya, Sri Wahyuni berhasil menyumbangkan medali perak tahun ini. Berkat prestasi itu, mereka dihadiahi rumah dan uang sebesar Rp 2 miliar. Soal uang itu, Eko mengatakan akan menggunakannya untuk investasi di masa depan.

"Ya ditabunglah. Kedepan buat bisnis."

Eko mengaku belum puas dengan pencapaiannya. Di ajang selanjutnya, ia menargetkan untuk bisa mendapatkan medali emas.

"Pengen ikut lagi. Apalagi belum maksimal. Target ke depan semoga bisa emas. Cuma tergantung pembinaannya nanti."

Menurutnya, saat ini ia masih harus memanfaatkan beberapa teknik. Sebab, di beberapa bagian, ia mengakui bahwa teknik liftingnya masih canggung.   Oktober nanti, ia akan mulai latihannya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan