Sejumlah jemaah calon haji berdoa menjelang keberangkatan saat pelepasan jemaah calon haji Provinsi Bali tahun 2016 di Denpasar, Senin (22/8). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepolisian Indonesia bakal memidanakan 177 calon jemaah haji yang ditahan oleh otoritas Filipina karena kasus dokumen palsu apabila terbukti sejak awal mengetahui bakal menggunakan dokumen palsu untuk menjalankan ibadah haji. Kepala Kepolisian Indonesia, Tito Karnavian mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada semuanya lewat perwakilan Polri di Kedutaan Besar Indonesia di Filipina.

"Pemalsuan, kalau orangnya tahu bahwa itu sengaja menggunakan paspor palsu sama-sama bisa kena. Sudah diperiksa sebagian oleh LO kita, kita kan punya liaison officer setingkat Kombes di kedutaan, sudah sama-sama kedutaan kita interview sejumlah nama-nama," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/08).

Meski demikian, dia belum bisa menyimpulkan apakah 177 WNI itu merupakan pelaku atau hanya korban penipuan. Berdasarkan informasi yang diperolehnya hingga saat ini, para pemegang paspor palsu itu mengaku ditawari berangkat haji cepat dengan memanfaatkan kuota haji milik Filipina.

"Mereka hanya menjelaskan ditawari untuk berangkat cepat, karena kuota terbatas mengambil kuota Filipina, dan sampai di sana dapat paspor Filipina," kata dia.

Saat ini Kepolsian telah membentuk tim khusus dari Bareskrim dan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan  untuk menginvestigasi paspor haji palsu yang digunakan 177 WNI di Filipina. Tim ini akan menelusuri peran agen perjalanan haji yang diduga juga melibatkan warga negara Malaysia.

"Iya akan diperiksa sampai ke agen, kita sudah bentuk tim dari Bareskrim, mengikutsertakan polda wilayah di antaranya polda Kaltim, Sulsel, untuk kita telusuri travel-travel itu. (Dugaan kuat ada permainan travel?) Ada, tapi mengikutsertakan warga negara Malaysia," tegasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!