Terlambat 15 Menit, PSI Gagal Daftarkan Caleg di Banyuwangi

"Itu artinya 16 peserta yang mestinya mendaftar ada dua peserta yang tidak mendaftar hingga pukul: 00.00 wib."

Rabu, 18 Jul 2018 14:01 WIB

Ilustrasi: Sejumlah bakal calon legislatif (Bacaleg) perempuan Partai Hanura naik becak untuk mendaftar ke Kantor KPU Banten di Serang, Selasa (17/7). (Foto: Antara)

KBR, Banyuwangi- Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia  (PSI) Banyuwangi, Jawa Timur, gagal mendaftarkan Calegnya ke KPU setempat. Gagalnya partai pimpinan   Grace Natalie karena perwakilan partai terlambat 15 menit dari batas akhir waktu yang ditentukan KPU.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi Syamsul Arifin mengatakan, pendaftaran Bacaleg di KPU Banyuwangi ditutup tepat pukul 00.00 Wib. Hal itu sesuai dengan peraturan batasan pendaftaran. Jika kedatangan  partai melebihi waktu yang sudah ditentukan, maka  KPU tidak  menerima pendaftaran partai tersebut.

Kata Syamsul, tidak ada perpanjangan waktu dalam proses pendaftaran. Ketentuan itu sudah disosialisasikan kepada seluruh Caleg dan partai politik peserta pemilu 2019 di Banyuwangi. Sehingga kata dia, tidak ada alasan lagi bagi partai politik terlambat untuk mendaftar. Selain itu masa pendaftaran Bacaleg ini juga cukup lama yaitu mulai  4 hingga 17 Juli 2018.

“Ada 14 partai politik minus PKPI dan PSI. Itu artinya 16 peserta  yang mestinya mendaftar ada dua peserta yang tidak mendaftar hingga pukul: 00.00 wib. Ini kan proses pendaftarnya berlangsung artinya mereka sudah melaksanakan kewajiban mendaftar sebagai peserta pemilu. Nanti wilayahnya masih diverifikasi oleh teman-teman,” kata Syamsul Arifin  di Kantor KPU Banyuwangi,  Rabu (18/7/2018).

Sementara itu, setelah berkas pendaftarannya ditolak KPU, pengurus DPD PSI langsung meninggalkan tempat pendaftaran di kantor KPU Banyuwangi.  Menurut Sekretaris DPD PSI Banyuwangi  Imam,  keterlambatan pendaftaran   karena  melengkapi berkas dan kesulitan  menginput data ke Sistem Informasi Pencalonan (Silon) milik KPU.

Terkait dengan penolakan pendaftaran ini, kata Imam, DPD PSI Banyuwangi akan langsung berkordinasi dengan DPP PSI.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.