Sediakan Hadiah Sepeda, Pegawai KPK Sindir Jokowi soal Kasus Novel?

"Kami akan berikan sepeda ini. Bahkan tadi teman-teman mendengar inisiatif ini ingin ikut menyumbang juga."

Jumat, 27 Jul 2018 13:40 WIB

Penyidik senior KPK Novel Baswedan saat menghadiri acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja, Jumat (27/7). (Foto: ANTARA/ Dhemas R)

KBR, Jakarta - Wadah Pegawai (WP) KPK menyediakan hadiah sepeda bagi orang yang mengetahui setidaknya satu pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, 16 bulan lalu. 

Menurut Ketua WP KPK Yudi Purnomo, sepeda ini sebagai bentuk sindiran kepada Presiden Joko Widodo yang dianggap tidak tegas dalam memerintahkan penuntasan kasus ini. Dia menjelaskan, sepeda BMX warna hitam itu dibeli dari patungan karyawan lembaga antirasuah.

"Andaikan ada satu orang saja. Ada masyarakat yang tahu, yakin bahwa itu adalah pelakunya. Dilaporkan baik itu kepada KPK dan nanti sampaikan laporkan ke polisi dan itu terungkap, nanti kami sampaikan sepeda ini," kata Yudi di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018).

"Kami akan berikan sepeda ini. Bahkan tadi teman-teman mendengar inisiatif ini ingin ikut menyumbang juga. Karena kita sudah gerah kasus Novel itu tidak dituntaskan," tambahnya lagi.

Sepeda memang menjadi hadiah khas Jokowi bagi orang yang bisa menjawab pertanyaan ketika presiden berkeliling ke kota-kota di Indonesia. Penerima hadiah ini banyak yang merupakan siswa sekolah dasar.

Baca juga:

Sepeda yang disediakan WP KPK itu dipajang di sebuah podium kecil di depan pintu utama lobi gedung Merah Putih di Kuningan, Jakarta. Sebuah banner menjelaskan sepeda itu adalah hadiah bagi orang yang mengetahui setidaknya satu pelaku penyerangan. 

Novel disiram air keras oleh dua orang tidak dikenal pada 11 April 2017, usai salat subuh di masjid dekat rumahnya. Novel, penyidik andal yang membongkar kasus-kasus besar, harus berobat ke Singapura untuk memulihkan penglihatan. Saat ini, kedua matanya rusak.

Banner berisi pengumuman hadiah bagi yang bisa menemukan penyerang Novel Baswedan. (Foto: ANTARA/ Dhemas) 

Akibat serangan air keras itu, kornea mata kanannya mengalami luka carut. Sehingga penglihatannya pun berkabut. Sedang mata kirinya lebih parah. Tiga dokter spesialis menanganinya sebab harus dilakukan pencangkokan kornea mata. Untuk pengobatan itu, Novel beberapa kali masih harus melakukan pengecekan rutin ke Singapura.

Sampai 16 bulan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan diusut, polisi belum berhasil mengungkap dalang dan pelaku lapangan. Termasuk, motif di balik penyerangan. Sejumlah pihak menduga dalangnya adalah pelaku korupsi yang terganggu oleh kerja KPK, namun hingga kini belum ada buktinya.

Pada hari pertama kembali bekerja ini, Novel dikawal oleh kelompok masyarakat sipil dari rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta sampai ke Gedung KPK.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.