Resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Angin Pertama, Jokowi: Cukup untuk 140 Ribu Pelanggan

"Dengan suplai yang semakin besar, kita harap nanti pembangkit baru akan selesai, dan akan memberikan kompetisi semakin baik, sehingga harga juga akan semakin turun."

Selasa, 03 Jul 2018 09:13 WIB

Presiden Joko Widodo keluar dari turbin kincir angin usai meresmikan Pembangkit Listirk Tenaga Bayu (PLTB) di Desa Mattirotasi, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Senin (2/7). (Foto: Antara)

KBR, Sidenreng Rappang- Presiden Joko Widodo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas produksi 75 megawatt (MW) di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Presiden Joko Widodo mengatakan, PLTB tersebut adalah yang pertama kali beroperasi di Indonesia, dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 140 ribu pelanggan rumah tangga dengan daya listrik rata-rata 450 Volt Ampere (VA).

Jokowi mengatakan, proyek kebun angin tersebut juga untuk memperbesar bauran energi listrik, hingga mencapai 23 persen pada 2025.

"Ke depan, kita harapkan investasi seperti ini memang awalnya tinggi. Tapi semakin lama, akan semakin murah, semakin murah. Karena ini tidak ada suplai, misal PLTU, setiap hari harus kita membakar batubara. Ini tidak," kata Jokowi di komplek PLTB Sidrap, Senin (02/04/2018). 

Jokowi melanjutkan, "dan dengan suplai yang semakin besar, kita harap nanti pembangkit baru akan selesai,  dan akan memberikan kompetisi semakin baik, sehingga harga juga akan semakin turun."

Jokowi mengatakan, saat ini capaian bauran energi  terbarukan baru mencapai 14 persen. Meski begitu, Jokowi meyakini target 23 persen akan bisa tercapai dalam enam tahun ke depan.

Jokowi beralasan, Indonesia memiliki banyak potensi energi baru terbarukan yang bisa dikembangkan, di antaranya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, Pembangkit Listrik Tenaga Air, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Misalnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, kata Jokowi, Indonesia memiliki potensi hingga 29 ribu Megawatt, sedangkan yang saat ini dimanfaatkan baru 2 Megawatt. 

Listrik PLTB Sidrap tersebut dihasilkan dari 30 kincir angin berketinggian 80 meter, dengan baling-baling sepanjang 57 meter. Setiap kincir, mampu menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 megawatt. Jokowi berkata, 40 persen komponen kincir tersebut diproduksi di dalam negeri.

Proyek PLTB Sidrap dikembangkan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi, hasil konsorsium UPC Renewables Asia I, UPC Renewables Asia III, Sunedison dan Binatek Energi Terbarukan, dengan investasi senilai USD 150 juta atau sekitar Rp14 triliun. PLTB Sidrap telah beroperasi dan menghasilkan listrik sejak Maret 2018, dan disalurkan kepada pelanggan melalui PT PLN (Persero). Listrik tersebut dibeli PLN seharga 11 sen/kWh. 

Jokowi meyakini, akan semakin banyak investasi pembangunan pembangkit listrik baru terbarukan, seperti PLTB Sidrap. Meski pada awalnya berbiaya tinggi, menurut Jokowi, investasi akan menguntungkan dalam jangka panjang, lantaran tak memerlukan bahan bakar seperti batubara dan minyak bumi.

Selain meresmikan PLTB Sidrap, Jokowi juga meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya berkapasitas 2x100 megawatt dan PLTU Jeneponto Ekspansi dengan kapasitas 2x135 megawatt. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".