Warga Aceh Tenggara Temukan Bayi Orang Utan di Kebunnya

"Pak Budi itu yang menyelamatkan orang utan terlantar di kebunnya. Kalau induknya Kita tidak tahu terpisah kemana, ini yang sedang coba Kita cari."

Senin, 31 Jul 2017 11:54 WIB

Seekor bayi orang utan Sumatera (pongo abelii) terbaring lemas di semak-semak kebun warga Desa Aunan, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. (Foto : BKSDA Aceh/Erwin Jalaluddin)

KBR, Aceh Tenggara– Seekor bayi orang utan Sumatera (pongo abelii) ditemukan terpisah dari induknya di kebun warga Desa Aunan, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Bayi binatang langka yang berusia sekitar 2 tahun itu mengalami   kekurangan nutrisi. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, orang utan itu mengalami malnutrisi dikarenakan kekurangan makanan dan kelelahan setelah terpisah dengan induknya.
Kata dia, tim ahli hewan sedang berupaya memulihkan bayi tersebut di tempat rehabilitasi orang utan  di Sibolangit, Sumatera Utara.

”Jadi begini, Pak Budi itu (warga-red) yang menyelamatkan orang utan terlantar di kebunnya. Kalau induknya Kita tidak tahu terpisah kemana, ini yang sedang coba Kita cari. Begitu diinformasikan ke Kita hal ini langsung Kita ambil dan dievakuasi ke Sibolangit untuk direhabilitasi,” kata Sapto Aji menjawab KBR, Senin (31/7).

Ia memperkirakan bayi orang utan itu akan kembali pulih dalam beberapa hari. BKSDA bersama tim medis dan pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat terus memantau perkembangan hewan yang terancam punah tersebut.

”Mungkin nanti setelah bener-bener sehat, Kita akan kembali lepaskan ke habitatnya. Kami yakini orang utan ini bisa diselamatkan, kita terus berusaha biar gak punah populasinya, ”ujar dia.

Ia menyebutkan, binatang mungil ini pertama sekali ditemukan oleh pemilik kebun, Budi, warga  setempat. Selanjutnya, dilaporkan kepada Forum Konservasi Leuser (FKL) yang merupakan salah-satu LSM yang bermitra dengan BKSDA.
Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Belum Temukan Pelaku Penyiraman Novel, Polisi Klaim Sudah Banyak Kemajuan

  • Dialog Jakarta Papua, Pemerintah Diminta Tak Abaikan Suara ULMWP
  • Dibanding Pekan Lalu, Pasien Difteri di RSPI Meningkat Nyaris Tiga Kali Lipat
  • 7 Narapidana Kabur Usai Potong Teralis Besi Lapas Binjai

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi