Presiden Panggil Kapolri, Koalisi: Pembentukan TGPF Mendesak

"Apalagi kemudian muncul dugaan adanya keterlibatan aparatur polisi. Nah suara-suara seperti ini perlu menjadi pertimbangan presiden."

Senin, 31 Jul 2017 08:09 WIB

Sejumlah pegawai KPK menggelar doa bersama untuk Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/7). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pesiden Joko Widodo  diminta mempertimbangkan pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) terkait kasus Novel Baswedan. Salah satu perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK, Dahnil Ahzar menanggapi rencana Presiden Joko Widodo yang hendak memanggil Kepala Kepolisian Indonesia Tito Karnavian.

Dahnil, Kettua  PP Pemuda Muhammadiyah itu mengemukakan, Presiden Joko Widodo perlu melihat sejumlah fakta yang terungkap ke publik mengenai kasus Novel. Fakta-fakta tersebut kata dia, cukup menjadi alasan untuk dibentuknya TGPF.

Dahnil menyebut, fakta yang paling disorot adalah lamanya pengungkapan tersangka oleh kepolisian. Padahal ia meyakini, polisi bisa dengan mudah mengungkap perkara semacam ini. Selain itu, fakta lain yang disebut Dahnil ialah mengenai dugaan keterlibatan perwira di kepolisian.

"Banyak keganjilan dalam kasus ini. Apalagi kemudian muncul dugaan adanya keterlibatan aparatur polisi. Nah suara-suara seperti ini perlu menjadi pertimbangan presiden.Jadi tidak hanya mendengar apa yang disampaikan oleh Kapolri. Faktor itulah kemudian yang menyebabkan kami berulang kali menyampaikan ke publik agar Presiden membentuk TGPF," katanya"

Selain itu Dahnil juga menyebut, pembentukan TGPF juga bisa dijadikan bukti terhadap komitmen Presiden Jokowi terkait upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air.

"Sebab saya dan teman-teman di koalisi meyakini, kasus ini bukan hanya ditujukan pada Novel melainkan lembaganya, yakni KPK," katanya

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK telah mendesak Presiden Joko Widodo memenuhi komitmen untuk mengungkap tuntas penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Koalisi yang terdiri atas ICW, LBH, Kontras, dan PP Pemuda Muhammadiyah meminta presiden membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen lantaran Polri tak kunjung menemukan pelaku penyerang Novel.(bam)

Rencananya Presiden Joko Widodo hari ini akan memanggil Kapolri terkait perkembangan kasus penganiayaan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Hal itu dikatakan Presiden Joko Widodo usai menghadiri lebaran Betawi di Jagakarta, Jakarta Selatan.

Jokowi mengatakan, nantinya akan mempertanyakan kepada Kapolri Tito Karnavian soal perkembangan penyelidikan kasus Novel yang sudah berjalan lebih dari 100 hari tersebut.

"Penyelidikan novel sudah lama? Kemarin sudah saya sampaikan ke Kapolri besok mau menghadapi," kata Jokowi, Jakarta, Minggu (30/7/2017).

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Krisis Tembagapura, Pengiriman Tim Gabungan TNI/Polri Berlebihan

  • Kahiyang Ayu Jalani Pesta Adat Tapsel
  • Linkin Park Persembahkan Piala AMA untuk Chester
  • Singapura Bakal Uji Coba Menara Digital Pintar