Polisi Telusuri Jaringan Pelaku Bom Panci di Bandung

Polisi tetap mendalami ada tidaknya keterkaitan tersangka Agus Wiguna dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kendati, pelaku mengaku aksinya itu dilakukan sendiri.

Minggu, 09 Jul 2017 18:16 WIB

Petugas Kepolisian menjaga rumah kontrakan tempat terjadi ledakan Bom Panci di daerah Kubang Beureum kelurahan Sekejati Buah Batu Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/7). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kepolisian menelusuri jaringan pelaku bom panci di Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat. Suara ledakan disertai api muncul dari rumah kontrakan di Kampung Kubang Bereum, Sekejati, Kecamatan Buah Batu pada Sabtu (8/7) sore lalu. Kamar kontrakan itu milik pemuda asal Garut, Agus Wiguna (21).

Juru bicara Polda Jawa Barat Yusri Yunus mengatakan tetap mendalami ada tidaknya keterkaitan tersangka Agus Wiguna dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kendati, kata dia, pelaku mengaku aksinya itu dilakukan sendiri.

"Keterangan awal yang bersangkutan ini menurut dia, dia bergerak sendiri. Dia belajar dari internet, Lone Wolf," jelas Juru bicara Polda Jawa Barat, Yusri Yunus saat dihubungi KBR, Minggu (9/7/2017).

"Sementara ini, kami tetap tidak percaya ini tetapi kami tetap lakukan penyelidikan apakah ada keterlibatan pemain lain dan jaringan lain," tambahnya.

Agus, menurut Yusri, mengatakan belajar merakit bom panci melalui internet.

Baca juga:

Dia pun menambahkan, pelaku berencana meledakkan bom di kafe atau sebuah tempat hiburan di kawasan Braga, Bandung. Selain itu, pelaku juga menargetkan peledakan sebuah gereja di Kota Bandung.

"Ada beberapa tempat yang ditargetkan di Braga, tanggal 16 Juli akan diledakkan di salah satu cafe. Ada apa motifnya sampai ke sana. Ada satu gereja yang ditargetkan di Bandung menurut dia," paparnya.

Karenanya, lanjut Yusri, kepolisian akan menggelar patroli besar-besaran untuk pencegahan. Terutama di pusat-pusat keramaian seperti mall, pusat hiburan, sarana transportasi dan rumah ibadah.

Baca juga:

Kepolisian masih menggeledah rumah tersangka dan lokasi ledakan bom panci.

Dari hasil penyelidikan polisi, tersangka diketahui merakit bom sejak 1 Juni 2017. Dari lokasi kejadian, polisi menyita panci berisi paku dan rangkaian bom yang sudah meledak. Agus Wiguna mengaku ingin meledakkan bom untuk jihad. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BIN Tak Susun Daftar HTI

  • Dosen IPB: HTI Sudah Dibubarkan, Saya Bukan Anggota Lagi
  • Jet Tempur Cina Cegat Pesawat AS di LCS
  • Juventus Resmi Rekrut Bernardeschi Seharga Rp 619 Miliar

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.