Pesawat AMA Ditemukan di Gunung Napua, Seluruh Penumpang Tewas

"Sekarang sudah disiapkan evakuasi dengan helikopter. Setelah itu tentu akan dilakukan pemeriksanaan sebagaimana prosedur."

Kamis, 06 Jul 2017 13:41 WIB

Ilustrasi (sumber: Situs AMA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jayapura- Dua kru pesawat Assosiation Mission Aviation (AMA) dan 3 penumpang warga Distrik Darakma, Kabupaten Nduga dinyatakan meninggal, pasca ditemukannya pesawat berbadan kecil di sekitar Gunung Napua, Kabupaten Jayawijaya. Kedua kru pesawat atas nama Wouter Moulders, warga negara Belanda sebagai pilot dan Valens Ido Naibaho, warga negara Indonesia, sebagai co pilot. Sementara 3 orang penumpang lainnya bernama Sanabut, Don dan Ondomget.

Direktur AMA Papua, Djarot Soetanto menyebutkan pagi tadi Tim SAR gabungan menemukan pesawat di sekitar Gunung Napua dalam keadaan hancur.  Proses evakuasi hari ini melibatkan 5 pesawat, sebanyak 3 pesawat dari AMA, 2   helikopter misi dan Freeport.

"Jadi barusan saya menerima kabar kepastian bahwa semua korban kecelakaan itu meninggal semua. Lalu, sekarang sudah disiapkan evakuasi dengan helikopter. Setelah itu tentu akan dilakukan pemeriksanaan sebagaimana prosedur yang berlaku untuk asuransi, sehingga nantinya tidak mengalami kesulitan ketika kita melakukan klaim. Maka setelah bisa dibawa turun akan dibawa ke rumah sakit," kata Djarot ketika ditemui di Kantor AMA Papua di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (6/7/2017).

Sementara itu di hanggar pesawat AMA, telah disiapkan 2 meja bertaplak putih yang disiapkan untuk menaruh peti jenasah kru pesawat.

Pesawat AMA nomor registrasi PK-RCX sempat hilang kontak 8 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Wamena pada Rabu 5 Juli lalu. Pesawat terbang dari  Wamena sekitar pukul 11.08 WIT, seharusnya tiba di Darakma sekitar pukul 11.30 WIT. Maskapai penerbangan AMA mengklaim saat melakukan penerbangan itu, cuaca dalam keadaan kurang baik, namun masih dalam keadaan aman untuk dilakukan penerbangan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.