Pertemuan Pansus Angket KPK dan Mahasiswa Berakhir Ricuh

"Kami anggap tidak sedang menghadap Pansus Angket, tapi kami sedang menghadap wakil rakyat yang terhormat,"

Jumat, 07 Jul 2017 20:31 WIB

Pertemuan mahasiswa dan Pansus Angket KPK berakhir ricuh, Jumat (07/07). (Foto: KBR/Gilang R.)

KBR, Jakarta- Panitia Khusus Hak Angket DPR terhadap KPK menolak untuk berdialog dengan ratusan pendemo di depan Komplek Parlemen RI. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pansus, Agun Gunadjar, saat menerima perwakilan pendemo dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung di Gedung DPR, Jumat (07/07/17).

Agun mengatakan, Pansus tidak dapat menemui pendemo karena mereka tak mengakui keberadaan Pansus Angket KPK. Sehingga pertemuan tersebut tidak dapat dicatat dalam berita negera.

"Bagaimana saya akan membuat keputusan menemui saudara-saudara yang di luar kalau kalian hari ini dengan mengangkat badan, tidak mengakui kursi yang anda duduki. Bahkan absen anda lempar dan tidak menerima ini sebagai sebuah forum. Lalu kami berangkat ke sana dasarnya apa?" Tata Agun di Ruang Rapat KK1, Komplek Parlemen, Jumat (07/07/17).

Ia melanjutkan, "Tolong sekretariat pertemuan ini diabaikan. Pertemuan ini tidak terjadi, tidak berlangsung, kami tidak mempunyai kewajiban melaporkan ini ke dalam berita negara. Pertemuan kami tutup."



Sempat terjadi kericuhan saat audiensi antara Pansus Angket KPK dengan perwakilan dari UI dan ITB ini. Mereka menuntut Pansus untuk berdialog di depan ratusan pendemo. Mereka bersikukuh tak mau mendengarkan penjelasan Pansus jika di dalam ruang rapat. Perwakilan pendomo akhirnya digiring keluar Komplek Parlemen oleh Kepolisian dan Pengamanan Dalam DPR.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Muhammad Syaeful mengatakan, aksi hari ini merupakan bentuk penolakan terhadap Pansus Hak Angket KPK. Ia menilai kerja Pansus hanya untuk melemahkan  KPK. Ia menuntut Pansus tersebut untuk dibubarkan.

"Kami anggap tidak sedang menghadap Pansus Angket, tapi kami sedang menghadap wakil rakyat yang terhormat," kata Mujab saat audiensi.

Sejak siang tadi, ratusan pendemo yang terdiri dari ILUNI UI, BEM UI, BEM ITB dan masyarakat anti korupsi menggelar aksi di depan Komplek Parlemen, Jumat (07/07/17). Aksi tersebut untuk menolak hak angket terhadap KPK yang digulirkan DPR.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BIN Tak Susun Daftar HTI

  • Dosen IPB: HTI Sudah Dibubarkan, Saya Bukan Anggota Lagi
  • Jet Tempur Cina Cegat Pesawat AS di LCS
  • Juventus Resmi Rekrut Bernardeschi Seharga Rp 619 Miliar

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.