Penyelundupan Sabu 1 Ton, Kapolri: Kalau Bandar Melawan, Selesaikan Saja!

Ditembak mati? "Ya nggak apa-apa, lanjutkan saja. Sudah saya sampaikan, pokoknya kalau yang bandar melawan, sudah selesaikan saja," kata Tito.

Kamis, 13 Jul 2017 15:37 WIB

Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok menggagalkan penyelundupan paket sabu di Anyer, Serang, Banten, Kamis (13/7/2017). Polisi menemukan barang bukti puluhan paket sabu dengan berat total mencapai 1 ton. (Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman)

KBR, Semarang - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian mengapresiasi Tim Merah Putih yang berhasil mengungkap pelaku penyelundupan sabu seberat 1 ton, di Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Tito menegaskan akan menindak tegas para bandar narkoba yang berusaha melawan, termasuk menembak mati.

Ditembak mati? "Ya nggak apa-apa, lanjutkan saja. Sudah saya sampaikan, pokoknya kalau yang bandar melawan, sudah selesaikan aja," kata Tito saat ditemui KBR, usai wisuda Taruna Akpol di Gedung Cendekia Kompleks Akademi Kepolisian, Semarang, Kamis (13/7/2017) siang.

Tito menyatakan Polri akan terus mengembangkan pengusutan penyelundupan narkoba tersebut. Ia menyebut temuan sabu seberat satu ton itu pertanda bahwa narkoba saat ini masih menyerang Indonesia.

Juru bicara Mabes Polri Setyo Wasisto mengatakan temuan sabu seberat satu ton ini merupakan temuan terbesar, dan melibatkan jaringan internasional.

"Itu kerjasama dengan Kepolisian Taiwan," kata Setyo kepada KBR, di sela acara Focus Group Disscussion Manajemen Komunikasi Pemerintah di Era Digital di Hotel Graha Santika Semarang, Kamis (13/7/2017) siang.

Pada Kamis (13/7/2017) dini hari tadi, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya bersama Polres Kota Depok Jawa Barat menggagalkan upaya penyelundupan sabu di dermaga eks Hotel Mandalika, Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Polisi menangkap empat tersangka dan menyita 51 karung berisi sabu dengan berat total satu ton. Dalam penggerebekan itu, polisi menembak mati salah satu tersangka atas nama Lin Ming Hua karena berusaha melawan petugas.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

KPK Keberatan Laporan BPK Dijadikan Barang Bukti Praperadilan

  • Kuasa Hukum Setya Novanto Bantah Ajukan Bukti Hukum Ilegal
  • Pemerintah Kaji Opsi Pemindahan Lokasi Rapat IMF-World Bank
  • Bawa Keranda Mayat, Petani Cilacap Tolak Pengurukan Lahan