2 Terduga Teroris Kelompok Internasional FTF Ditangkap di Jawa Barat

Juru bicara Polda Jawa Barat Yusri Yunus mengatakan kelompok FTF itu berencana menyerang kantor polisi sektor Cisaat dan Cisarua Kota.

Rabu, 12 Jul 2017 22:14 WIB

Juru bicara Polda Jawa Barat Yusri Yunus menunjukkan barang bukti yang ditemukan di rumah kontrakan terduga teroris berinisial AA di Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/7/2017). (Foto: KBR/Arie Nugraha)

KBR, Bandung - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyatakan Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap dua orang terduga teroris dari kelompok Foreign Terrorist Fighters (FTF). Penangkapan terjadi di daerah Kabupaten Cianjur dan Sukabumi.

Juru bicara Polda Jawa Barat Yusri Yunus mengatakan kelompok FTF itu berencana menyerang kantor polisi sektor Cisaat dan Cisarua Kota.

Dua terduga teroris berinisal R dan A itu masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak sebelum Hari Raya Lebaran, sedangkan dua terduga teroris lainnya berhasil ditangkap di Cianjur beberapa waktu lalu.

"Salah satu sasarannya adalah menyerang salah satu etnis yang ada di Indonesia. Mereka juga merekrut beberapa orang kita ke luar negeri untuk jihad. Ini jaringan sudah lama," kata Yusri Yunus di Jalan Caringin, Margahayu Utara, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/7/2017).

Yusri Yunus menjelaskan salah seorang terduga teroris yang ditangkap di Sukabumi adalah residivis (penjahat kambuhan) pencurian kendaraan bermotor dan terdaftar sebagai warga Cianjur.

Yusri mengatakan polisi kini menyelidiki keterkaitan terduga teroris lain yang kemungkinan bergabung dengan kelompok teror jaringan internasional tersebut.



Kelompok Foreign Terrorist Fighters (FTF) merupakan jaringan teroris internasional yang sempat memunculkan ahli bom dari Malaysia beberapa waktu lalu, yaitu Dr Azhari dan Noordin M Top.

FTF merupakan sebutan untuk orang asing yang melakukan aksi teror di Indonesia. Sebutan itu untuk membedakan dengan teroris lokal.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan Indonesia mulai menjadi sasaran ancaman teror bagi para teroris asing seperti dari Chechnya, Afghanistan, Irak, Suriah, Afrika bahkan dari Uighur Tiongkok. BNPT menyebut para teroris asing atau FTF ini juga memberi pembekalan teori teror kepada teroris lokal di Indonesia.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing