Petani Kendeng Kecewa Tak Ditemui Megawati

Lima petani dari Kabupaten Rembang dan Pati, Jawa Tengah, kecewa lantaran tak ditemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Kamis, 08 Jun 2017 17:20 WIB

Lima petani dari Kabupaten Rembang dan Pati, Jawa Tengah, ke kantor PDI Perjuangan agar bisa menemui Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Foto: Ria Apriyani/KBR.

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Lima petani dari Kabupaten Rembang dan Pati, Jawa Tengah, kecewa lantaran tak ditemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ketua Bidang Pemenangan Partai, Bambang Dwi Hartanto yang menemui para petani, hanya berkata akan menyampaikan keluhan mereka terkait aktivitas pabrik PT Semen Indonesia di Rembang pada ketua umumnya. Ini diucapkannya setelah bertemu secara tertutup dengan para petani selama kurang-lebih dua jam.

Meski begitu, Bambang tak menjanjikan bahwa PDI Perjuangan akan memfasilitasi pertemuan antara Mega dan petani Kendeng.

"Ngomongnya sih begitu. Enggak tahu seperti apa nantinya. Tapi kami tetap berharap dan berprasangka positif supaya tetap ditindaklanjuti," kata Sukinah usai bertemu perwakilan dari PDI P di kantor Dewan Pengurus Pusat(DPP), Kamis (8/6).

Siang hari pukul 12.00 WIB lima petani itu berjalan kaki dari kantor LBH Jakarta ke kantor DPP PDI P. Tulisan "Tolak Pabrik" tampak jelas di topi caping bercat merah-hitam yang mereka kenakan. Masing-masing mereka menggenggam sebuah bendera merah putih yang diikatkan ke tiang. Sukinah bercerita, bendera itu adalah simbol kecintaan dan perjuangan mereka bagi Indonesia.

"Katanya PDI P partainya wong cilik. Lah di Pegunungan Kendeng kan rata-rata wong cilik yang mempertahankan lingkungan. Bukan untuk Jawa Tengah saja, tetapi untuk keseimbangan di Pulau Jawa," katanya.

Baca juga:
KLHS Kendeng, JMPPK Tuding Penambangan Masih Berjalan
KLHS Kendeng, ESDM Jateng: Ada 5 Pengajuan IUP Baru



Sukinah dan kawan-kawannya kini menunggu. Dia tidak tahu kapan PDI P akan kembali mengabarinya. Namun dengan sedikit harapan, usai bertemu Bambang DH, kelimanya mengurungkan niat menyambangi kediaman Megawati di kawasan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (8/6).

Semula mereka bertekad akan mendatangi kediaman Mega setiap hari hingga Presiden RI ke-5 itu menemui mereka. Namun kini, Sukinah mengaku kawan-kawannya belum memutuskan apakah akan menunggu kabar dari PDI P atau tetap pada rencana awal.

"Enggak tahu. Diomongin sama teman-teman dulu. Aku takut salah ngomong," ujarnya.

Padahal niatan bertemu ini sudah disampaikan dua kali melalui surat. Namun hingga saat ini mereka belum pernah mendapat jawaban. Meski begitu, Sukinah dan kawan-kawan tetap berharap kali ini Megawati akan menemui mereka.

Sedangkan Bambang DH menegaskan bahwa menurutnya langkah yang diambil Presiden Joko Widodo untuk merespons protes petani di Kendeng sudah tepat.

"Presiden kan sudah pernah ada kebijakan. Hanya yang dipermasalahkan kawan di sana, sementara proses (KLHS) berjalan, sudah ada aktivitas perusahaan. Menurut mereka berhenti dulu lah, sesuai policy presiden," dalihnya.





Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing