43 Ribu WNI di Qatar, Kemenlu Kuatirkan Pasokan Pangan

“Karena hampir 40 persen kebutuhan makan dan minum Qatar berasal dari negara di sekitarnya melalui jalur darat, khususnya Saudi Arabia yang berdekatan langsung."

Selasa, 06 Jun 2017 20:57 WIB

Seorang pria berjalan melewati kantor Qatar Airways di Manama, Bahrain, Senin (5/6). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta– Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Qatar masih aman terkendali. Dalam jangka pendek, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

Juru Bicara Kemenlu, Lalu M Iqbal mengatakan, Menlu Retno Marsudi sudah memerintahkan dubes Indonesia di Qatar dan juga yang berada di kawasan Timur Tengah, khususnya kawasan teluk untuk melakukan pemetaan resiko. Pemetaan resiko ini, kata dia, terkait mengenai pasokan pangan untuk warga.

“Karena hampir 40 persen kebutuhan makan dan minum Qatar berasal dari negara di sekitarnya melalui jalur darat, khususnya Saudi Arabia yang berdekatan langsung. Mungkin saja ini yang menjadi dampak jangka menengah atau pun jangka panjang,” katanya saat dihubungi KBR, Selasa (06/06/17).

Iqbal menjelaskan, terdapat 43 ribu WNI yang berada di Qatar. Kebanyakan dari WNI adalah para pekerja di sektor formal dan perusahaan minyak. Saat ini, belum ada permintaan atau pemerintah pemulangan WNI dari Qatar terkait embargo ini.

“Sampai saat ini sih kita belum melihat sampai ada yang arah ke sana (minta dipulangkan), karena baru juga kan embargonya. Tapi kita masih memantau kondisi yang ada di Qatar, secara bertahap kita akan pantau terus kondisinya,” jelasnya.

Warga Negara Indonesia (WNI) di Qatar sempat panik, saat mendapat kabar negara tempat mereka tinggal saat ini diembargo oleh lima negara tetangga. Namun setelah mendapat kabar dari pemerintah setempat, para WNI mengaku kondisi warga aman terkendali.
 
Inez Chairunnisa, salah satu WNI yang tinggal Dukhan, Qatar mengatakan, sempat terjadi kepanikan warga dengan adanya informasi ini. Beberapa supermarket bahkan sempat diborong oleh warga setempat untuk membeli kebutuhan pangan. Karena, kata Inez, sempat ada isu akan ada krisis pangan setelah adanya embargo ini. Namun semuanya sudah aman, sesaat setelah pemerintah melakukan penjelasan ke warga.
 
“Sekarang Turki sudah menyatakan akan memasok seluruh bahan makanan yang selama ini dari Bahrain atau UEA sempet stop, itu diganti sama Turki. Dan pesawat angkut Qatar juga kan bisa angkut bahan pangan dari seluruh dunia. Jadi bener-bener Pemerintah Qatar make sure, assure the whole the cityzen and resident kalau nggak perlu ada rush, dan kita pastikan di lapangan akan terkendali,” katanya saat dihubungi KBR, Selasa (06/06/17)
 
Inez menjelaskan, saat ini WNI juga sudah berkomunikasi dengan KBRI di Qatar jika nantinya embargo akan berkepanjangan. Namun pemerintah sendiri melalui KBRI, meminta warga tidak panik.

 “KIta sudah berkomunikasi, intinya kita diminta tidak panik. Dan memang sebenarnya saat ini di sini aman-aman saja,” jelasnya. 

Sementara itu Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan situasi di Timur Tengah tidak akan berdampak besar bagi Indonesia. Pasalnya, kata Darmin, Indonesia tidak memiliki ketergantungan hubungan dagang dengan negara-negara yang tengah berkonflik.

Sebelumnya, sejumlah negara di Timur Tengah melakukan pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar. Qatar dituding mendukung kelompok militan seperti ISIS dan Al Qaeda.

"(Hubungan perdagangan) adanya di Asia Timur, Asia Selatan, Cina, Amerika, Jepang dan Eropa, jadi memang hubungan ekonominya tidak terlalu besar," kata Darmin di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Namun Menteri Pariwisata Arief Yahya khawatir kisruh ini berpotensi menurunkan jumlah kunjungan wisatawan dari negara-negara yang memboikot Qatar. Ia mencatat selama satu tahun sekitar 100 ribu orang berkunjung ke Indonesia dengan menggunakan maskapai penerbangan Qatar Airways. Sekitar 70 persen di antaranya merupakan wisatawan.

"100 ribu itu total orang yang naik itu (setahun). Impact-nya kalau tujuh bulan untuk tahun ini ya 70 persennya, jadi sekitar 49 ribu," kata Arief.

Arief akan meminta Menteri Perhubungan untuk memberikan lisensi dari Qatar Airways ke maskapai penerbangan lain. Ini bertujuan agar akses kunjungan ke Indonesia tetap terbuka bagi wisatawan Timur Tengah.

"Yang tadinya lisensinya kita berikan ke Qatar saya minta ke kemenhub nanti untuk mindahin itu ke Emirates atau Etihad. apa boleh buat, wong tidak bisa terbang dia. Kalau tidak, kita rugi 100 ribu, besar sekali," kata dia.

Menanggapi itu Qatar Airways menjanjikan penerbangan Indonesia - Qatar tidak akan terganggu akibat pemutusan hubungan diplomatik tujuh negara di Timur Tengah. Meski akibat embargo tersebut jemaah haji Indonesia yang menggunakan maskapai Qatar harus menjadi korban.

Juru Bicara Kemenhub, JA Barata mengatakan Qatar sudah menyodorkan dua pilihan kepada penumpangnya yang gagal terbang.Yakni, penumpang bisa mengganti tiket penuh atau dipindahkan ke maskapai lain.  Kata Barata, sudah ada 20 jemaah penumpang Qatar Airways yang bersedia pindah  ke maskapai Saudia Airlines. Sementara hari ini, ada 45 jemaah yang dialihkan ke penerbangan Garuda Indonesia. Maskapai-maskapai itu punya rute yang sama, yakni ke Arab Saudi, khususnya Riyadh dan Madinah. Kata Barata,

"Sebetulnya memang berpengaruh juga. Karena yang umroh menggunakan Qatar. Tapi Qatar sendiri sudah melaksanakan tugas dan kewajibannya, ketika tidak bisa mengantar ke tujuan yang diinginkan. Tentu yang menjadi tanggungjawab Qatar tentu akan diproses oleh Qatar, baik dipindahkan ke maskapai lain atau refund penuh," ujarnya kepada KBR, Selasa (6/6/2017).

Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Keputusan itu pun diikuti Yaman dan Maladewa. Mereka menuduh Qatar  mendukung terorisme dan melakukan langkah yang mengganggu keamanan kawasan Teluk. Kantor berita Saudi mengatakan bahwa tujuh negara itu telah menutup perbatasan dan memutuskan segala bentuk kontak melalui darat, laut dan udara.

Di Indonesia, Qatar Airways terbang 3 kali sehari yakni dari Jakarta-Doha dan sebagian besar adalah penumpang untuk umrah. Penerbangan Qatar Airways rute Jakarta-Madinah lewat Doha memang menjadi salah satu opsi penerbangan umrah bagi masyarakat Indonesia. Frekuensi penerbangannya pun terbilang cukup banyak yakni 21 kali dalam seminggu.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing