Tawarkan Jadi Tuan Rumah Pertemuan Trump dan Kim Jon-un, Indonesia Lakukan Ini

Pemerintah Indonesia mulai melobi Amerika Serikat guna menindaklanjuti tawaran yang disampaikan Presiden Joko Widodo.

Selasa, 01 Mei 2018 23:39 WIB

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menjelaskan hasil Forum Indonesia Afrika (IAF) 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (11/4). (Foto: ANTARA/ Budhiana)

KBR, Jakarta - Pemerintah Indonesia mulai melobi Amerika Serikat guna menindaklanjuti tawaran yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Indonesia telah menawarkan diri sebagai tuan rumah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Pimpinan Korea Utara Kim Jong-un.

Karenanya, komunikasi dengan perwakilan Amerika pun mulai dijajaki. Di antaranya perihal kepastian penjadwalan perjumpaan dua pimpinan negara tersebut.

"Kami sudah mulai sampaikan. Tetapi, jika dikehendaki kedua belah pihak, kami siap. (Respon Amerika?) Kami sampaikan dulu," kata Retno, Selasa (1/5/2018).

Meski begitu, lanjut Retno, Indonesia terlebih dulu harus menunggu konfirmasi dari Amerika Serikat.

"Kita lihat nanti perkembangannya seperti apa. Sudah ada proses sebelumnya. (Lokasi yang disiapkan?) Belum. Yang diutamakan adalah dukungan terhadap proses KTT yang sudah dan kita mengharapkan impelementasinya."

Jika jadi berlangsung, lanjut Retno, pertemuan Trump dan Kim Jong-un itu merupakan tindak lanjut dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antar-keduanya. Di mana Trump dan Kim Jon-un menyatakan komitmen untuk berdamai.

Baca juga:

Setelah KTT tersebut, Donald Trump menyatakan kesediaan bertemu Kim Jong-un untuk membicarakan denuklirisasi. Kata Retno, topik ini sangat penting untuk membebaskan Semenanjung Korea dari nuklir yang, selama ini menjadi sumber konflik Korea Utara dan Korea Selatan.

Retno pun berujar, Presiden Joko Widodo juga telah menyampaikan tawaran menjadi tuan rumah pertemuan itu ke Duta Besar Korea Utara An Kwang-il. Dan menurutnya berbuah sambutan baik.

Meski begitu, kata dia, keputusan menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah tetap berada di tangan Kim Jong-un. Ia menambahkan, peran Indonesia sebagai tuan rumah sekaligus untuk mendukung perdamaian kedua negara di Semenanjung Korea.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.