Seskab Kumpulkan Sekjen Parpol Pendukung Jokowi untuk Siapkan Kampanye

Kendati berlangsung di kantornya, ia menolak bila hal itu disebut sebagai penyalahgunaan waktu dan fasilitas negara. Sebab Pramono berdalih, kegiatan diadakan saat waktu makan siang.

Senin, 07 Mei 2018 23:45 WIB

Presiden Joko Widodo (kanan) berbicara dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kiri) ketika menerima siswa kelas 11 SMA Taruna Nusantara di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/4). (Foto: ANTARA/ Wahyu P)

KBR, Jakarta - Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengumpulkan sembilan sekretaris jenderal (sekjen) partai politik pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Pendaftaran calon presiden Pemilu 2019 dimulai Agustus mendatang.

Pramono mengatakan, pertemuan tersebut membahas persiapan pemilu dan kampanye pemenangan Jokowi. Kendati berlangsung di kantornya, ia menolak bila hal itu disebut sebagai penyalahgunaan waktu dan fasilitas negara. Sebab Pramono berdalih, kegiatan diadakan saat waktu makan siang.

Bekas sekjen PDI Perjuangan itu mengatakan, pertemuan dengan para sekjen tersebut banyak membicarakan soal kinerja yang dicapai pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

"Orang-orang ini kan harus tahu apa yang dilakukan oleh pemerintah, apa yang sudah, apa yang belum, apa yang masih kekurangan, termasuk isu-isu yang sekarang ini digulirkan oleh pihak luar," kata Pramono di Istana Bogor, Senin (7/5/2018).

Para sekjen dari masing-masing partau akan menjadi juru kampanye Jokowi. Sekaligus, berfungsi menangkal pelbagai isu yang disebarkan kelompok oposisi. Ia mencontohkan, seperti isu soal utang dan tenaga kerja asing.

Baca juga:

Karena itulah, lanjut Pramono, para sekjen partai pun harus memahami rasio utang dibanding APBN maupun produk domestik bruto, juga mengenai jumlah tenaga kerja asing di Indonesia. Ia menyebut, pelbagai isu yang beredar di masyarakat banyak yang keliru karena hanya sedikit pendukung Jokowi yang mampu menjelaskannya.

"Semuanya bisa menyampaikan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Kemudian juga, sekjen itu kan jantung organisasinya partai. sekaligus berfungsi untuk menjadi juru kampanye bagi dirinya maupun bagi Presiden Jokowi."

Pramono bahkan sudah memperkirakan jumlah suara yang terhimpun untuk Jokowi jika konsolidasi antar-sekjen partai tersebut berhasil. Ia mengumpamakan, jika ada sembilan atau sepuluh partai pendukung Jokowi, di mana minimal satu partai memiliki 15 ribu kader maka berarti akan terhimpun setidaknya 150 ribu suara.

Menurut Pram, jumlah itu bisa berkali lipat bila para kader mampu menjadi juru kampanye bagi Jokowi saat bertemu masyarakat di masing-masing daerah pemilihan.

Dalam pertemuan di kantor Sekretariat Kabinet, ada sembilan sekjen partai yang menemui Pramono. Mereka adalah perwakilan Partai Hanura, Perindo, PSI, PDIP, PPP, Golkar, PKPI, Nasdem, dan PKB. Sedangkan PAN, tidak diundang lantaran belum mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.