Penggerebekan Terduga Teroris di Tangerang, Polisi Sita Ini

"Upaya yang dilakukan oleh Polri yaitu, pertama melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), kedua melakukan sterilisasi dengan memasang garis polisi dan menutup jalan sekitar sejauh 100 meter."

Rabu, 16 Mei 2018 18:32 WIB

Petugas bersenjata lengkap menjaga salah satu rumah terduga teroris seusai penggerebekan di Gempol, Tangerang, Banten, Rabu (16/5). (Foto: ANTARA/ M Iqbal)

KBR, Jakarta - Kepolisian menangkap empat orang dalam operasi penggerebekan di Tangerang, Banten, Rabu (16/5/2018) pagi. Juru bicara Mabes Polri Setyo Wasisto mengatakan, tiga laki-laki di antaranya diduga terkait aksi terorisme. Sementara seorang perempuan yang juga ikut dijaring tak dijelaskan perannya.

"Upaya yang telah dilakukan oleh Polri yaitu, pertama melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), kedua melakukan sterilisasi dengan memasang garis polisi dan menutup jalan sekitar sejauh 100 meter, ketiga membawa seorang wanita kedalam mobil petugas," ujar Setyo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Operasi penggerebekan itu menyasar sebuah rumah di kawasan Pinang Kuncirang, Tangerang. Bangunan itu menurut polisi, merupakan tempat usaha konveksi. Setelah mensterilkan rumah tersebut lantas kepolisian melanjutkan penyelidikan hingga Bintaro.

"Dari hasil pengembangan TKP tadi, maka petugas melakukan penggeledahan TKP dua yaitu di kompleks Duta Bintaro dan TKP tiga di Kunciran Mas Permai. Saya kira itu dulu yang lain-lain masih dalam penelitian."

Baca juga:

Berdasar penyelidikan sementara, menurut polisi, tiga orang terduga teroris itu terindikasi sebagai kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Jakarta. Namun satu sama lain tak memiliki ikatan keluarga. Tiga laki-laki yang ditangkap itu masing-masing berinisial MC, G dan A. Sedangkan untuk identitas seorang perempuan yang juga turut ditangkap, polisi belum mau membukanya.

Dalam penggeledahan tersebut polisi menyita sebuah sepeda motor, sebuah telepon seluler, dan sebuah buku harian. Menurut Setyo, polisi masih akan mendalami keterkaitan secara langsung mereka dengan para teroris yang banyak beredar.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.