Jokowi Bidik Potensi Pasar di Negara Pasifik Selatan

Presiden Joko Widodo ingin memperkuat kerja sama perdagangan dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan seperti Fiji, Vanuatu, Samonga, Tonga, dan Solomon.

Jumat, 04 Mei 2018 15:10 WIB

Presiden Joko Widodo di tengah rapat di Kantor Istana Presiden Jakarta, Rabu (26/4/2017). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo ingin memperkuat kerja sama perdagangan dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan seperti Fiji, Vanuatu, Samonga, Tonga, dan Solomon. Menurut Jokowi, potensi pasar di negara-negara itu sangat besar dan tak kalah dengan negara di Kawasan Samudra Hindia. Sekalipun, negara tersebut telah lebih dulu tergabung dalam Asosiasi Negara-negara Pesisir Samudra Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA).

"Saya yakin negara di pasifik selatan sangat terbuka untuk kerja sama dengan negara kita dalam berbagai bidang, baik hubungan antarmasyarakat bidang kebudayaan, bidang Pendidikan dan beasiswa, bidang ekonomi, baik investasi maupun perdagangan," kata Jokowi di kantor presiden, Jumat (4/5/2018).

Jokowi pun meyakini, Indonesia mampu menawarkan produk unggulan dari industri manufaktur. Termasuk juga produk hilir industri kelautan dan perikanan. Selain itu, ada pula dari industri jasa, seperti di bidang konstruksi dan informatika yang bisa diperdagangkan dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan.

"Sudah sering saya sampaikan, kita harus sering masuk ke pasar pasar negara non-tradisional, termasuk negara-negara di kawasan pasifik selatan ini," imbuh Jokowi.

Baca juga:

Ia pun mengatakan, negara-negara di Pasifik Selatan bisa menjadi pasar potensial baru selain pasar tradisional yang sudah ada, seperti Cina dan Eropa. Jokowi menambahkan, negara-negara itu bisa menjadi mitra dagang yang besar untuk Indonesia mengingat letak geografis yang sangat strategis. Yakni di antara dua benua dan dua samudera.

Namun begitu, diperlukan terobosan guna menggalang kerja sama di bidang ekonomi dengan negara-negara tersebut. Misalnya, ia mencontohkan, bisa dengan pembentukan asosiasi seperti yang dilakukan IORA dalam mengumpulkan negara-negara di Samudra Hindia.

Jokowi berujar, pembentukan komunitas negara-negara satu kawasan bisa membuat kerja sama lebih konkret. Sebab akan ada pertemuan rutin untuk mengejar tindak lanjut sebuah komitmen. Apalagi, menurutnya negara-negara itu juga terbuka dengan pelbagai ajakan kerja sama. Utamanya, di bidang ekonomi dengan Indonesia. Setelah isu ekonomi, kata Jokowi, kerja sama bisa diperluas ke bidang pendidikan dan kebudayaan.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.