Demo Kedutaan Cina, Walhi Minta Proyek PLTA Batang Toru Dihentikan

“Kita tunggu dulu, kita berharap ada niatan baik. Kalau tidak, kita akan aksi kembali,”

Selasa, 08 Mei 2018 10:57 WIB

Aktivis lingkungan Walhi berunjuk rasa di Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Selasa (8/5/2018) mendesak penghentian proyek PLTA Batang Toru yang dilakukan dan didanai bank negara tersebut. (Foto: KBR/Rio Tuasikal)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta– LSM lingkungan Walhi mendesak Tiongkok menghentikan pembangunan infrastruktur dan eksplorasi di Batang Toru, Sumatera Utara, yang dilakukan perusahaan dan ditenggarai didanai bank negara tersebut.

PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di kawasan yang menjadi habitat 800 orang utan Tapanuli yang langka dan terancam punah. Proyek dengan target operasi 2022 ini ditenggarai didanai Bank of China dan China Merchants Bank.

Dalam aksinya di depan kedutaan besar Tiongkok di Jakarta, Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Utara Dana Tarigan mendesak menghentikan seluruh kegiatan infrastruktur dan eksplorasi. Selain itu dia juga meminta kucuran dana dari bank ditarik kembali. Hal itu dia sampaikan dalam surat yang diserahkan kepada pihak kedutaan.

“Kita berharap surat itu bisa diterima pihak kedutaan,” ujarnya di sela-sela aksi di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (8/5/2018) pagi.

“Kita tunggu dulu, kita berharap ada niatan baik. Kami bisa bertemu dan menyampaikan itu dan ada penghentian, kalau tidak, kita akan aksi kembali,” tambahnya.

Ekosistem Batang Toru merupakan hamparan hutan primer dengan luas 1.400 km2 di perbatasan Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Menurut Dana, lebih dari 100.000 jiwa menggantungkan hidupnya pada hutan ini. Di hilir sungai Toru, ada 1200 ha lahan pertanian produktif milik masyarakat yang terancam pembangunan proyek ini.

Walhi juga meminta ada penilaian dampak lingkungan yang baru oleh tim independen. Hal ini karena Amdal saat ini mengabaikan keberadaan spesies yang terancam punah dan dampaknya pada masyarakat di hilir.

“Tidak diragukan lagi akan menunjukkan bahwa Batang Toru bukanlah lokasi yang cocok untuk bendungan PLTA besar,” ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.