Terisak, Veronica Sampaikan Alasan Ahok Cabut Banding

"Dia mau mengalah asalkan untuk kepentingan bangsa dan negara. Dia mau berdamai jika itu dibutuhkan oleh bangsa dan negara"

Selasa, 23 Mei 2017 13:55 WIB

Istri Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Veronica Tan menangis ketika

Istri Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Veronica Tan menangis ketika memberikan keterangan kepada wartawan. (Antara/Wahyu)


KBR, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan alasan pencabutan memori banding terkait perkaranya semata-mata untuk keamanan Jakarta. Hal itu disampaikan lewat surat yang dibacakan oleh Istri Ahok, Veronica Tan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.



Kata Veronica Tan, Ahok tidak ingin Jakarta terus diwarnai aksi unjung rasa terutama yang dilakukan oleh pendukungnya yang meminta pembebasan. Kata dia, dengan tidak melanjutkannya perkara ini semata-mata hanya agar aktifitas seluruh warga Jakarta tidak terus terganggu.

"Saya tahu tidak mudah bagi saudara menerima kenyataan seperti ini, apalagi saya. Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini, jika untuk kebaikan kita dalam berbangsa dan bernegara, alangkah ruginya warga DKI dari sisi kemacetan dan kerugian ekonomi akibat adanya unjuk rasa yang mengganggu lalu lintas tidaklah tepat saling unjuk rasa dan demo dalam proses yang saya alami saat ini," ujar Istri Ahok, Veronica Tan membacakan surat Ahok kepada wartawan di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/05).

Selain itu kata dia, Ahok juga khawatir akan ada pihak lain yang menunggangi semangat pendukungnya yang menjalani aksi unjuk rasa sehingga akan berdampak buruk bagi semuanya. Ahok juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pendukungnya yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan dengan berbagai cara hingga saat ini.

Dia berharap semua pendukungnya bisa memaklumi terkait keputusannya tidak kembali memperkarakan vonis yang diberikan kepadanya.

"Kepada para relawan dan pendukung yang saya cintai semua mereka yang telah menjalankan proses demokrasi di manapun berada. Saya telah banyak berpikir tentang peristiwa yang saya alami. Saya mau berterima kasih kepada saudara-saudara yang terus mendukung saya dalam doa, kiriman bunga, makanan, kartu ucapan, surat, buku-buku bahkan dengan berkumpul menyalakan lilin," ucapnya.



Di kesempatan yang sama, salah seorang Kuasa Hukum Ahok, I Wayan Sudiarta mengatakan pencabutan upaya banding yang dilakukan Ahok semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara.  Kata dia, Ahok mau mengalah dan menerima vonis hakim bukan berarti Ahok mengakui atas kesalahan yang dituduhkan kepadanya.

"Apakah Pak Ahok takut, tidak dia tidak takut. Dia tahu ini semua rencana Tuhan karena tidak ada satu hal pun kejadian di dunia ini yang di luar kekuasaan Tuhan, makanya dia percaya kekuasaan Tuhan. Apakah Ahok mau mengalah, iya dia mau mengalah asalkan untuk kepentingan bangsa dan negara. Apakah Ahok mau berdamai, iya dia mau berdamai jika itu dibutuhkan oleh bangsa dan negara," ucapnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Kemenhub Imbau Truk Barang Mulai Operasi 3 Juli

  • H+4 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Masih Padat Penumpang
  • Bayi Simpanse Korban Penyelundupan Mati
  • Ronaldo Punya Anak Kembar

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?