Taruna Akpol Tewas Dipukuli Senior, Mabes Hapus Korps Kedaerahan

"Dievaluasi, akan dihentikan Tidak ada lagi korps daerah, yang ada korps Indonesia,"

Senin, 22 Mei 2017 14:46 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Semarang- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan tingkatkan pengawasan pascapenganiayaan yang menyebabkan kematian Brigdatar Muhammad Adam, taruna tingkat dua Akademi Kepolisian (Akpol).
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Syafruddin   akan merevitalisasi dan melakukan perubahan kultur.

"Dievaluasi, akan dihentikan Tidak ada lagi korps daerah, yang ada korps Indonesia," kata Syafruddin  usai Kuliah Umum Taruna   di Gedung Catur Prasetya, Kompleks Akademi Kepolisian, Semarang, Senin (22/05) siang.

Syafruddin menambahkan, Polri juga akan memperbaiki sarana dan prasarana, serta menambah jumlah personel.

"Kita akan tambah personel dua kali lipat untuk mengawasi taruna. Selain itu sarana, prasarana, anggaran, tambahan personel. Struktur jabatannya akan kita tambah semua, kita lebarkan, kita akan bikin Peraturan Kapolri (PerKap) yang baru," ujar Syafruddin.

Wakapolri menegaskan akan memberikan sanksi kepada pengawas yang bertugas pada saat kejadian pemukulan tersebut, jika pada penyelidikan ditemukan adanya unsur kelalaian.

Sebelumnya penyidik Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) telah memeriksa 14 orang saksi dari taruna tingkat tiga, yang statusnya telah dinaikan menjadi tersangka sejak Minggu  (21/05). Juru bicara Polda Jateng Djarod Padakova menyatakan seluruh tersangka telah ditahan di Gedung Satuan Tahanan dan Barang Bukti Mapolda Jawa Tengah.

"(Sejak kapan?) Kemarin, tadi malam, dikeluarkan SPP, setelah selesai dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka maka diterbitkan Surat Perintah Penahanan (SPP)," kata Djarod kepada KBR, Senin (22 / 05 / 2017).

Djarod menambahkan berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para tersangka mengumpulkan juniornya karena menganggap mereka tidak disiplin. Selain terhadap Muhammad Adam,  tersangka   juga memukuli 21 taruna tingkat dua lainnya.

Pada  Kamis (18/05) Muhammad Adam  taruna tingkat dua  Akpol meninggal   di Rumah Sakit Bhayangkara. Adam dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara karena mengalami sesak napas hingga pingsan. Setelah dilakukan autopsi,  ditemukan adanya unsur kekerasan di dada korban akibat benda tumpul serta luka yang membuat lemas.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi kemudian menetapkan 14 tersangka yang merupakan taruna tingkat tiga, dan 1 di antaranya merupakan tersangka utama, yakni Christian Sermumes. Penetapan tersangka itu dilakukan setelah kepolisian mengadakan gelar internal sebanyak tiga kali, serta melakukan pemeriksaan terhadap 35 orang saksi. 21 saksi merupakan taruna tingkat dua (korban pemukulan), dan 14 orang saksi merupakan taruna tingkat tiga (tersangka).


Editor:  Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!