Rakor Kemaritiman, Jokowi Minta Nelayan Tinggalkan Cantrang

"Elon Musk bicara spaceX, Tesla, mobil masa depan, ruang angkasa masa depan. Kita masih urusan cantrang belum selesai. Mau ke mana kita?"

Kamis, 04 Mei 2017 12:28 WIB

Ilustrasi: Nelayan tradisional membenahi alat tangkap pukat darat atau pukat tarik selepas menangkap ikan di Pantai Kampung Jawa, Banda Aceh, Aceh, Rabu (3/5). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta agar nelayan didorong untuk meninggalkan cantrang. Jokowi mendesak agar bawahannya berani mengarahkan para nelayan tradisional untuk beralih menggunakan teknologi baru yang lebih menguntungkan. Ini dinyatakan Jokowi ketika membuka rapat koordinasi nasional bidang kemaritiman Kamis (4/5/2017) di TMII, Jakarta Timur.

"Nelayan kita jangan terus diajak bekerja dengan pola-pola yang lama. Harus berani kita loncatkan ke dunia yang lain. Sudah beberapa puluh tahun kita urusan cantrang. Setiap tahun urusan cantrang, tidak  habis-habisnya kita ngurusin cantrang, sehingga melupakan strategi besar yang lain yang memiliki nilai tambah yang lebih baik," kata Jokowi di TMII, Kamis (4/5/2017).

Jokowi menambahkan, nelayan juga harus diperkenalkan dengan cara baru menangkap ikan seperti keramba di laut lepas atau offshore aquaculture yang saat ini tengah berkembang. Kata dia, Taiwan dan Norwegia telah sukses mempraktikkannya.

"Ajari nelayan-nelayan kita untuk mengetahui apa, barang apa ini? Nilai tambahnya bisa puluhan kali dari apa yang kita kerjakan saat ini yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak pernah kita meloncat, berani melompat," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, teknologi untuk membuat offshore aquaculture tidak mahal, sekitar Rp 47 miliar. Kata dia, apabila belum mampu mengerjakan sendiri, pemerintah bisa bekerja sama dengan negara lain atau swasta yang telah menguasai teknologinya.

"Biar ada transfer pengetahuan, transfer teknologi. Tanpa itu kita tidak pernah meloncat,"

Jokowi menekankan  pentingnya segera mengejar ketertinggalan dalam teknologi kelautan dan perikanan.

"Elon Musk bicara spaceX, Tesla, mobil masa depan, ruang angkasa masa depan, hyperloop, perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat lain dengan begitu cepatnya. Kita masih urusan cantrang belum selesai. Mau ke mana kita?" Tuturnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU

  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara

Jokowi Tanggapi Komentar Prabowo Soal Ambang Batas 20 Persen

  • Dampak Kenaikan Gaji Tak Kena Pajak Mulai Dorong Konsumsi Masyarakat
  • Pemerintah Dinaikkan Harga Pokok Beras
  • Pemkab Bondowoso Bayar Wartawan Minimal Rp200 Ribu per Berita

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.