Perwira Paskhas TNI AU Diperiksa Atas Kematian Praka Yudha Prihartanto

Hasil visum tim dokter menunjukan bekas luka sayatan pada sisi kiri dan kanan leher korban, Yudha Prihartanto.

Jumat, 12 Mei 2017 22:01 WIB

Sejumlah mobil memasuki Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Foto: Zainul Arifin


KBR, Malang – Praka Yudha Prihartanto, anggota Batalyon Komando (Yonko) 464 Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara tewas di dalam kompleks Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur. Hasil visum tim dokter menunjukan bekas luka sayatan pada sisi kiri dan kanan leher korban.

Komandan Pangkalan Udara TNI AU Abdulrachman Saleh, Marsekal Pertama Julexi Tambayong menjelaskan, korban sempat dibawa ke RS TNI AU Abdulrachman Saleh Malang oleh sejumlah perwira berpangkat Letnan pada Kamis, 11 Mei sekitar pukul 11.26 WIB. Namun, Yudha tidak tertolong pada pukul 11.45 WIB.

“Kalau tadi saya sempat berdiskusi dengan dokter rumah sakit, beliau menyampaikan ada pendarahan akibat luka. Itu yang menyebabkan korban meninggal,” kata Julexi di Malang, Jumat (12/5).

Saat ini, Polisi Militer (POM) TNI AU sedang menyelidiki penyebab kematian Praka Yudha Prihartanto. Beberapa perwira termasuk yang mengantar korban ke rumah sakit telah dimintai keterangan. “POM TNI AU sekarang sedang melakukan penyelidikan. Saya tak bisa menyampaikan penyebabnya apa. Yang jelas bukti dan faktanya ada luka di leher yang menyebabkan korban meninggal. Luka terbuka mungkin di posisi nadi sehingga ada pendarahan besar,” ucap Julexi.

Praka Yudha Prihartanto berdinas di Yonko 464 Paskhas TNI AU. Kesatuan ini secara struktur organisasi ada di bawah Wing 2 Makasar, Sulawesi Selatan. Sehari-hari, korban tinggal di kompleks Lanud Andulrachman Saleh. (dmr)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.