KPK Pertimbangkan Tahan Miryam Haryani

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Miryam S Haryani di Jakarta dini hari tadi, Senin 1 Mei 2017

Senin, 01 Mei 2017 11:27 WIB

Miryam S. Haryani memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: Antara


KBR, Jakarta - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Miryam S. Haryani di Jakarta dini hari tadi, Senin 1 Mei 2017. Tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini sebelumnya dinyatakan buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO) pekan lalu. Juru Bicara Kepolisian Indonesia, Setyo Wasisto mengatakan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini ditangkap tanpa perlawanan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

"Bareskrim Polri telah menangkap ibu Miryam di Grand Kemang. Setelah itu dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Setelah dimintai keterangan akan diserahkan ke KPK, karena dia buronan KPK bukan Polri," kata Setyo kepada KBR.

Setyo Wasisto menjelaskan, Miryam sedang bersama seseorang saat ditangkap. Namun polisi enggan membeberkan identitas teman politisi Partai Hanura tersebut.

Sementara itu, penyidik KPK akan langsung memeriksa Miryam hari ini. Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, lembaganya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian. Saat ini, anggota DPR tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

"Pertama kita koordinasi dulu soal apakah benar penangkapan tersebut. Lebih lanjut kami koordinasi dengan Polri. Kami akan melakukan pemeriksaan di kantor KPK. Nanti akan disampaikan lebih lanjut apa tindakan penyidik berikutnya," jelas Febri saat dihubungi KBR.

Penyidik KPK, menurut Febri, memunyai waktu selama 24 jam untuk memeriksa Miryam. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik akan mempertimbangkan apakah perlu menahan tersangka kesaksian palsu pada persidangan terdakwa korupsi KTP elektronik, Irman dan Sugiharto. KPK menetapkan status buron terhadap Miryam setelah tidak menghadiri panggilan pemeriksaan pada 13 April dan 18 April 2017. (dmr)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"