ISIS Serbu Marawi, Mabes: 1 WNI Terduga Teroris Diduga Tewas

"Satu diantaranya patut diduga tewas dalam pertempuran di Merawi, sisanya 6 orang masih akan diselidiki keberadaannya,”

Rabu, 31 Mei 2017 21:19 WIB

WNI terduga teroris buruan pemerintah Filipina.


KBR, Jakarta- Kepolisian menyatakan tujuh  Warga Negara Indonesia (WNI) terduga teroris buruan pemerintah  Filipina masuk  secara legal ke negeri jiran itu. Juru bicara Polri Martinus Sitompul mengatakan masih menyelidiki keberadaan mereka. 

“Tujuh orang masuk secara legal karena paspor bisa dikonfirmasi pada saat keberangkatan. Ketujuh orang ini diduga  kelompok teroris yang ada di Filipina Selatan. Keberadaan mereka masih ada di Merawi atau sudah pergi masih di cari tahu. Namun satu diantaranya patut diduga tewas dalam pertempuran di Merawi, sisanya 6 orang masih akan diselidiki keberadaannya,” ujar Martinus Sitompul, Rabu (05/31).

Satu terduga teroris yang tewas dalam pertempuran di Marawi adalah MIS (21). Ia diduga tewas saat ikut dalam serangan yang dilancarkan ke kota Marawi Filipina. Dari penyelidikan paspor yang dilakukan oleh kepolisian dan imigrasi, diketahui bahwa para terduga teroris ini masuk ke  Filipina dalam waktu yang berbeda-beda.

Martinus  menjelaskan  kepolisian Filipina hanya memiliki 4 foto terduga. Sedangkan untuk 3 lainnya masih dalam proses penyelidikan dan pengumpulan data mereka.

“Ya untuk 4 orang yang dicari sudah ada foto tapi ada tambahan 3 orang dengan data belum lengkap. Tapi otoritas Filipina sudah menyebar ke pihak Polisi Internasional yang nantinya akan disebar ke berbagai kepolisian dunia yang nantinya juga akan kita bantu mencari para terduga itu.” Ujar Martinus.

Martinus Sitompul mengatakan tujuh terduga teroris asal Indonesia itu berinisial  AIY (26), YHT (31), AS (33), YPW (21), MJF (26), MG (24) dan MIS (21).


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Polisi Buru Penyebar Hoaks Gunung Agung Meletus

  • Frekwensi Kegempaan Gunung Agung Meningkat
  • Anak-anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Belajar di Sekolah Terdekat
  • Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Laporan Sementara Besok