Hari Kelima Aksi Kubur Diri, Dua Petani Telukjambe Pingsan

Mansyuri mengatkan selain dua orang pingsan, ada tiga orang petani lain yang kondisinya lemah. Karena itu Mansyuri menganjurkan agar tiga orang itu menghentikan aksi mereka.

Senin, 01 Mei 2017 22:21 WIB

Aksi kubur diri petani Telukjambe di silang Monas, Jakarta, Senin (1/5/2017). (Foto: Dian Kurniati/KBR)


KBR, Jakarta - Dua orang petani asal Telukjambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pingsan setelah menjalani aksi kubur diri selama lima hari di silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Salah seorang tenaga medis yang mendampingi petani, Mansyuri mengatakan dua petani itu pingsan setelah mengalami kelelahan dan dehidrasi.

Mansyuri mengatkan selain dua orang pingsan, ada tiga orang petani lain yang kondisinya lemah. Karena itu Mansyuri menganjurkan agar tiga orang itu menghentikan aksi mereka.

"Dua pingsan karena dehidrasi. Tadi kan panas sekali, dan dia dikurung di tenda. Sementara minum kurang. Dehidrasi, krang cairan dan lemas. Setelah dibawa ke sini, dikasih minum, segar lagi. Ini yang lemas-lemas kita suruh keluar, nggak boleh dilanjutkan karena nanti bisa mengancam nyawa mereka," kata Mansyuri di Silang Monas, Senin (1/5/2017).

Meski begitu, Mansyuri mengatakan lima orang petani peserta aksi kubur diri itu kini kondisinya mulai membaik. Hanya saja, ia tidak mengizinkan mereka melanjutkan aksi kubur diri sampai kondisi kesehatannya benar-benar pulih.

Masyuri mengatakan hingga hari kelima aksi kubur diri, masih ada 15 orang yang melanjutkan aksinya. Mansyuri memastikan mereka dalam kondisi kesehatan baik.

Mansyuri sudah memeriksa para peserta aksi mulai dari tekanan darah hingga pernapasan untuk memastikan kondisi jantung dan paru-paru mereka dalam kondisi baik.

Selain itu, para peserta juga diperiksa setiap satu jam oleh Mansyuri dan tim medis lainnya. Kepada para peserta aksi itu, Masyuri senantiasa meminta agar memperbanyak konsumsi air putih.

Sejak Selasa, 25 April 2017, para petani Telukjambe, Kabupaten Karawang, menggelar aksi kubur diri di depan Istana Merdeka. Mereka menutup tubuh mereka di dalam peti kayu berisi pasir dan tanah.

Peserta aksi mendesak Presiden Joko Widodo segera menyelesaikan konflik agraria di kampung mereka, antara warga dengan PT. Pertiwi Lestari. Menurut para petani, lahan mereka masuk dalam kawasan yang diklaim masuk area konsesi hak pengelolaan PT Pertiwi Lestari seluas 791 hektar.

Khusus hari Senin (1/5/2017) aksi kubur diri hanya diadakan di silang Monas depan air mancur, bukan Istana Merdeka. Akses jalan menuju Istana Merdeka ditutup polisi karena hari ini berlangsung aksi buruh dalam rangka Hari Buruh Internasional.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"