Bertemu Tokoh Lintas Agama, Ini Pesan Jokowi

"Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu untuk menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan"

Selasa, 16 Mei 2017 18:29 WIB

Presiden Jokowi dan sejumlah tokoh lintas agama, Selasa (16/05). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta agar gesekan antarkelompok yang terjadi saat ini segera dihentikan. Jokowi mengingatkan, masyarakat Indonesia merupakan saudara sebangsa dan setanah air.

Jokowi mengimbau aksi saling hujat, saling fitnah dan saling mendemo segera diakhiri. Pesan ini dinyatakan Jokowi usai bertemu dengan sejumlah tokoh lintas agama. Toko yang hadir di  antaranya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin, Sekjen Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Helmi Faishal Zaini, Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Saiful Bahri, Ketua Konferensi Wali Gereja Ignatius Suryo Hardjoatmodjo, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia Henriette T Hutabarat-Lebang. Selain itu hadir juga Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia Hartati Murdaya, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia, Uung Sendana L Linggarjati.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

"Jangan saling menghujat karena kita ini adalah saudara. Jangan saling menjelekkan karena kita ini adalah bersaudara. Jangan saling memfitnah karena kita ini bersaudara. Jangan saling menolak karena kita ini adalah saudara. Jangan kita saling mendemo, habis energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif itu. Kita adalah saudara sebangsa dan setanah air," kata Jokowi di Istana Merdeka, Selasa (16/5/2017).

Jokowi menegaskan kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul dijamin oleh konstitusi. Namun, ia mengingatkan kebebasan tersebut harus sesuai dengan koridor hukum.

"Harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 dan harus berada dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika," ujar dia.

Kepala negara telah memerintahkan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu NKRI.

"Kapolri dan Panglima TNI  untuk tidak ragu-ragu untuk menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan, yang mengganggu NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945," tegas Jokowi.

Menanggapi itu, Ketua MUI Maruf Amin mewakili tokoh lintas agama menyampaikan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia juga mendukung upaya penguatan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Kami juga mendukung upaya pemerintah untuk menghentikan segala upaya yang dapat menimbulkan terjadinya konflik di masyarakat," tuturnya.

Maruf mengimbau masyarakat mematuhi koridor hukum ketika menyampaikan aspirasi.

"Aspirasi itu hendaknya disampaikan yang berada dalam koridor hukum, kesantunan, keadaban, dan dengan cara yang akhlakul karimah," kata dia.

Maruf juga berjanji akan memperbanyak dialog-dialog kebangsaan di masyarakat.

"Supaya rasa kebangsaan masyarakat semakin kuat, dan keutuhan bangsa semakin dapat terjamin," ujar Maruf.  

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!