Video Viral Guru Tampar Siswa di Purwokerto, Sekolah Nonaktifkan Pelaku

"Di ruang kelas 11 TKJ 3. Semua proses sudah kita limpahkan ke kepolisian. Semua sudah kita laporkan."

Jumat, 20 Apr 2018 13:06 WIB

Tangkapan video viral guru tampar murid SMK Kesatrian Purwokerto. (Sumber: Medsos)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Purwokerto– Sebuah video penamparan oleh guru beredar viral di Purwokerto. Belakangan diketahui, peristiwa dalam video berdurasi 11 detik itu itu terjadi di  SMK Kesatrian Purwokerto, Kamis (19/4/2018).  Dikonfirmasi, Kepala sekolah SMK Kesatrian Purwokerto, Agung Budiono membenarkan peristiwa kekerasan ini.

Menurut dia, peristiwa itu terjadi di kelas 11 SMK Kesatrian. Namun, ia enggan merinci nama-nama korban. Alasannya, seluruhnya sudah dalam penanganan kepolisian.

Dia menjelaskan, seluruh proses sudah diserahkan ke kepolisian. Korban maupun sekolah sudah melaporkan kasus ini ke Polres Banyumas. Namun begitu, sekolah sudah mengambil sikap dengan menonaktifkan guru tersebut.

“Kejadiannya di ruang kelas 11 TKJ 3. Semua proses sudah kita limpahkan ke kepolisian. Semua sudah kita laporkan. (Sanksi untuk guru?) Sambil menunggu prosesnya. Semua sudah kita laporkan, seperti itu, karena sudah diproses di kepolisian. Proses hukum kita pasrahkan kepada Polres. Sementara, kita nonaktifkan untuk mengajar,” kata Agung Budioono, Jumat (20/4/2018).

Sementara, Juru Bicara Polres Banyumas, Sukiyah berujar kasus ini sedang didalami oleh penyidik. Rencananya, Kapolres Banyumas akan langsung menggelar keterangan pers begitu pemeriksaan dianggap cukup. Informasi yang dihimpun KBR, kasus ini tak selesai dengan jalan mediasi. Kasus terus bergulir di ranah hukum.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Korban Kekerasan berbasis Gender dan Anak (PPT PKBGA) Kabupaten Banyumas, Triwuryaningsih mengatakan persoalan ini diselesaikan dengan litigasi. Pihaknya pun akan mendampingi sekitar sembilan siswa yang menjadi korban pemukulan. 

Diketahui, sebelumnya, pada Kamis (19/4/2018) beredar video penamparan seorang guru kepada siswanya. Video ini beredar di berbagai lini massa dan menjadi viral di Purwokerto dan sekitarnya.


Pasca beredarnya video guru menampar itu, muncul lagi video pelaku meminta maaf kepada korbannya. Pelaku mempersilakan pada para korban untuk membalas, namun mereka menyatakan tak akan melakukannya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.