Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

"Jangan sampai laporan yang ke saya hanya ABS, ABS, ABS, asal bapak senang, tapi di lapangan yang berbeda,"

Rabu, 25 Apr 2018 13:52 WIB

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (ketiga kanan) dan Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya (kanan) meninjau ekspor perdana Xpander ke Filipina di IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Rabu

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo berjanji akan segera meluncurkan program kemudahan izin berusaha lewat online single submission (OSS), yang menjamin proses pengajuan izin usaha hanya dalam hitungan jam. Jokowi juga memastikan tak akan ada petugas yang berani memperlambat proses pengurusan izin tersebut.

Jokowi berkata, para pengusaha juga bisa langsung mengadu padanya jika menemui petugas yang  memperlambat proses perizinan.

"Artinya Bapak-Ibu kalau mengurus izin itu harus jam, bukan hari lagi. Nanti kita lihat bulan Mei, bisa atau tidak. Saya juga titip pesan, kalau masih ada kendala-kendala hambatan yang ada di lapangan, kalau masih ada yang main-main dengan perizinan, tolong saya diberi tahu, bisik-bisik saja, kecil. Pasti saya hajar, pasti akan saya benahi. Jangan sampai laporan yang ke saya hanya ABS, ABS, ABS, asal bapak senang, tapi di lapangan yang berbeda," kata Jokowi di depan beberapa investor industri otomotif di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (25/04/2018).

Jokowi mengatakan, sistem online single submission akan diluncurkan Mei mendatang. Melalui sistem itu, semua prosedur perizinan, mulai dari pusat hingga daerah akan terintegrasi dan bisa terpantau. Jokowi mengklaim, sistem yang disiapkan tersebut akan jauh lebih modern dan cepat dibanding Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), yang saat ini berlaku.

Dengan sistem yang serba terintegrasi tersebut, kata Jokowi, petugas juga tak bisa bermain curang dengan mempersulit pengajuan izin. Jokowi berjanji, petugas yang memperlambat pengajuan izin itu akan mendapat sanksi. Ancaman sanksi juga disiapkan Jokowi untuk pemerintah daerah yang tak menjalankan sistem tersebut.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.