Dihukum 15 Tahun Setnov Stres

"Ya pastilah, kita kan tidak menyangka divonis demikian."

Jumat, 27 Apr 2018 15:06 WIB

Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (kanan) menyalami Jaksa Penuntut Umum KPK usai menjalani sidang putusan di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/4). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Terpidana perkara korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku stres karena divonis 15 tahun penjara. Novanto mengatakan nafsu makannya turun setelah mendapat vonis dari majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta beberapa hari yang lalu.

"Ya pastilah, kita kan tidak menyangka  divonis demikian. Tapi ya sudahlah kita lihat saja nanti," kata Novanto kepada awak media di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (27/04/18).

Baca: Sidang E-KTP, Saksi Sebut ada Jatah 100 M untuk Setnov

Selain divonis 15 tahun penjara, Novanto juga dipidana denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan penjara. Novanto juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar 7,3 juta dolar Amerika Serikat. Tak hanya itu, hak politik Setya Novanto juga dicabut selama 5 tahun setelah menjalani hukuman penjara.

Terhadap putusan tersebut, Novanto belum memutuskan apakah akan mengajukan banding atau tidak. Ia mengatakan saat ini masih berkonsultasi dengan keluarga dan penasehat hukum terkait upaya hukum tersebut.

"Ya kita lihat lah perkembangannya terus dibicarakan dengan keluarga," ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.