BPBD Terus Perbarui Data Dampak Gempa di Banjarnegara

Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Banjarnegara, Arif Rachman mengatakan, data sementara mencatat dua warga meninggal, beberapa lainnya luka dan, 134 bangunan rumah rusak di Desa Kasinoman.

Rabu, 18 Apr 2018 21:46 WIB

Sejumlah warga mengungsi di tenda darurat akibat rumah mereka roboh karena gempa tektonik dangkal dengan kekuatan 4,4 SR, yang melanda Desa Kasinoman, Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (18/4). (Foto: ANTARA)

KBR, Banjarnegara – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara terus memperbarui data korban jiwa terdampak dan bangunan yang rusak akibat gempa Rabu (18/4/2018) siang. Gempa 4,4 skala ritcher (SR) yang melanda Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah itu merusak ratusan rumah, fasilitas umum dan tempat ibadah.

Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Banjarnegara, Arif Rachman mengatakan, data sementara mencatat ada 134 bangunan rumah rusak di Desa Kasinoman, Kecamatan Kalibening. Sementara 500 penghuni rumah mengungsi.

"Di Kasinoman memang cukup parah. Sebagian besar rusak. Nah kami masih assement lebih jauh lagi. Pada saatnya akan kami sampaikan. Kalau KK-nya ada 134, ini terdiri dari 500 jiwa. Cuma, 90 bangunan di Kertosari itu memang mengalami rusak," jelas Arif Rachman, Rabu (18/4/2018) sore.

Selain itu, terdapat dua korban meninggal yang merupakan warga setempat. Arif menjelaskan, kedua korban tertimpa bangunan rumah dan telah dievakuasi.

"Sementara ini memang informasinya memang ada dua orang (korban meninggal). Asep umur 13 tahun dan satunya Asih umur 90 tahun."

Petugas, lanjut Arif, juga mengevakuasi sejumlah korban luka ke Puskemas Kalibening. Pendataan keseluruhan bangunan rumah dan korban terdampak masih terus dilakukan. Dia memperkirakan, jumlah bangunan yang rusak akan terus bertambah. Pasalnya, di luar Desa Kasinoman ada dua desa lain yang terdampak yakni Desa Kertosari dan Lorengan.

Baca juga:

Arif mengemukakan, saat ini BPBD bersama instansi lain dan TNI-Polri tengah melakukan tanggap darurat bencana. Petugas dan relawan fokus pada upaya penyelamatan barang berharga yang mungkin tertimbun.

BPBD juga mendirikan Posko Darurat Bencana serta dapur umum untuk melayani kebutuhan pengungsi. Sementara ini, para pengungsi ditampung di gedung sekolah, fasilitas umum, dan di rumah-rumah penduduk yang tak terdampak.

Selain merusak rumah penduduk, gempa juga merusak gedung sekolah, tempat ibadah dan fasilitas umum lain.

Titik gempa diketahui terletak di 52 kilometer utara Kebumen, Jawa Tengah. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa dirasakan kuat di Kabupaten Banjarnegara namun tidak begitu untuk Kabupaten Pekalongan. Kendati, petugas BPBD tetap mendata dan melakukan langkah evakuasi.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.