Tiket Tambahan Kereta Mudik, Mulai Dijual Lusa

"Saat lebaran harus ada tambahan termasuk di servis. Jangan sampai terjadi masalah,"

Jumat, 14 Apr 2017 14:58 WIB

Ilustrasi (Foto: KBR/Rony S.)


KBR, Jakarta- PT Kereta Api Indonesia menambah 38 jadwal perjalanan per harinya selama masa mudik Lebaran 2017 (15 Juni  sampai 6 Juli 2017). Ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penambahan karena kereta  diminati di masa mudik.

"Saya minta untuk tingkatkan. Saat lebaran harus ada tambahan termasuk di servis. Jangan sampai terjadi masalah," kata Budi saat mengecek kesiapan Stasiun Senen dan Gambir, Jumat (13/4).

Dengan adanya penambahan itu, setiap harinya akan ada 371 jadwal perjalanan. Untuk jadwal tambahan ini, KAI akan mulai menjual tiketnya pada Minggu (16/4) pukul 00.01 WIB.

Budi memastikan situs pemesanan tiket kereta api juga siap menghadapi peningkatan akses pada hari penjualan tiket nanti. Jangan sampai, menurutnya, masyarakat kesulitan membeli tiket kereta api. KAI sendiri memastikan sampai hari ini situsnya belum pernah mengalami gangguan sejak hari pertama penjualan tiket 17 Maret 2017 lalu.

Pada kunjungan itu, Budi juga menyempatkan singgah di loket pemeriksaan stasiun untuk mengecek kesiapan mesinnya.

"Saya tadi tanya tentang pembelian. Rata-rata menggunakan online. Rata-rata juga sudah puas."

Tahun ini, KAI juga   menyediakan fasilitas pengiriman motor. Ada 18.000 tempat yang disediakan bagi para pemudik yang ingin mengirimkan motornya. Sampai Jumat (13/4), menurut data KAI, sudah ada sekitar 13.000 motor yang akan dikirimkan.

Ganjil Genap

Kementerian Perhubungan masih mengkaji wacana penerapan aturan ganjil genap saat mudik Lebaran tahun ini. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tidak mau terburu-buru memutuskan.

Menurutnya, aturan ini memang berpotensi mengurai masalah kemacetan saat periode mudik.

"Ada membatasi jumlahnya. Tapi kalau orang waktunya tertentu, mobilnya cuma satu, masalah juga," kata Budi di Stasiun Senen, Jumat (13/4).

Dia masih ingin mendengarkan pendapat dari berbagai pihak. Sejauh ini, Kemenhub berencana meminta pendapat dari ahli transportasi, LSM pemerhati transportasi, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Budi berencana memutuskan soal ini bulan Mei.

Kajian ini diperlukan untuk memastikan jika penerapan ganjil genap tidak merepotkan pemudik nantinya. Selain itu ketersediaan waktu untuk sosialisasi juga menurut dia harus diperhitungkan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau