Presiden Jokowi: Jangan Takut Melawan Tindakan Intoleran Atas Nama Apapun

Presiden Jokowi juga meminta rakyat Indonesia tidak gampang tergoda dengan isu-isu SARA yang hanya memperlemah pilar kebangsaan Indonesia.

Selasa, 18 Apr 2017 20:40 WIB

Presiden Joko Widodo saat berada di Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Kamis (13/4/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta seluruh warga negara tidak takut melawan segala tindakan intoleran dan kekerasan. Pesan itu disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-62 di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 18 April 2016.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi juga meminta rakyat Indonesia tidak gampang tergoda dengan isu-isu SARA yang hanya memperlemah pilar kebangsaan Indonesia.

"Jangan takut melawan tindakan-tindakan intoleran dan kekerasan atas nama apapun. Mari terus perkuat komitmen komitmen bersama kita dalam menjaga dan merawat kodrat kebersamaan kita, Bhineka Tunggal Ika," kata Jokowi di Istana Negara, Selasa (18/4/2017).

Baca juga:


Jokowi menambahkan, hidup harmoni dalam kebhinekaan juga dicerminkan para pendiri Konferensi Asia Afrika (KAA). Jokowi mengingatkan kembali saat pembukaan KAA pertama di Bandung, pada 18 April 1955. Saat itu, kata Jokowi, Presiden pertama Indonesia, Soekarno menyebutkan prinsip kesatuan (unity) dan kemajemukan (diversity) sebagai kekuatan pemersatu.

"Pada waktu itu para delegasi dari setiap negara juga memakai baju nasional masing-masing. Beraneka corak, beraneka ragam, beraneka warna. Semua itu menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang, warna kulit, agama maupun budaya tidak menghalangi kita untuk bersatu," lanjut Jokowi.

Jokowi mengatakan Indonesia patut bangga karena memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai kodrat kebangsaan. Semboyan itu, kata Jokowi, menjadikan Indonesia sebagai referensi bagi dunia internasional sebagai negara yang mampu mengelola keberagaman.

"Dulu Indonesia menjadi salah satu inisiator solidaritas Asia Afrika, menjadi inspirator negara terjajah untuk merdeka. Sekarang Indonesia menjadi rujukan dalam mengelola keberagaman suku, agama, ras, dan antar golongan," kata Jokowi.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemerintah Kaji Rencana Impor Garam Industri untuk 2018

  • Terancam Pelebaran Jalan, Makam Ragasemangsang Diusulkan Jadi Cagar Budaya
  • Ozil Segera Perpanjang Kontrak?
  • Paus Resmikan Pernikahan Pasangan di Atas Pesawat

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.