Peneliti Belanda: Tanggul Raksasa NCICD Tak Mampu Cegah Jakarta Tenggelam

Peneliti SOMO Maarten Bakker mengatakan, untuk mencegah Jakarta tenggelam harus dimulai sejak dari hulu, yakni mencegah tanah Jakarta amblas.

Jumat, 28 Apr 2017 21:36 WIB

Desain pengembangan terpadu pesisir ibukota Jakarta atau NCICD. (Foto: NCICD.com)


KBR, Jakarta - Penelitian dari lembaga riset independen asal Belanda SOMO menemukan fakta bahwa proyek tanggul raksasa (National Capital Integrated Coastal Development/NCICD)  di Teluk Jakarta tidak akan mampu mencegah tenggelamnya Jakarta.

Penelitian itu dilakukan lembaga riset independen Pusat Penelitian Perusahaan Multinasional (Stichting Onderzoek Multinationale Ondernemingen/The Center for Research on Multinational Corporations/SOMO) yang bermarkas di Amsterdam Belanda.

Peneliti SOMO Maarten Bakker mengatakan, untuk mencegah Jakarta tenggelam harus dimulai sejak dari hulu, yakni mencegah tanah Jakarta amblas. Pencegahan itu, kata Maarten, bisa berupa menghentikan eksploitasi air bawah tanah Jakarta.

"Beberapa pihak sudah mengungkapkan bahwa Jakarta membutuhkan sumber pasokan air minum lebih baik. Jika itu dilakukan maka esktraksi air tanah akan dihentikan, dan proses amblasnya tanah akan berhenti. Kami mohon pemerintah Belanda agar menolong Indonesia mencari solusi untuk masalah tenggelamnya Jakarta," kata Maarten dalam paparannya di Gedung Joeang 45 Menteng, Jumat (28/4/2017).

Badan Geologi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penurunan permukaan tanah di DKI Jakarta terus terjadi. Rata-rata penurunan permukaan tanah mencapai 5 cm per tahun. Penurunan paling besar terjadi di wilayah utara Jakarta.

Baca juga:


Maarten mengatakan, lembaganya mulai meneliti rencana proyek NCICD itu karena adanya kiriman surat dari Koalisi Masyarakat Jakarta kepada pemerintah Belanda. Surat itu berisi permintaan agar Belanda menghentikan keterlibatannya dalam proyek reklamasi Jakarta.

Maarten mengatakan lembaga SOMO mendukung rencana Belanda membantu pemerintah Indonesia mengatasi ancaman banjir. Namun, dalam rencana NCICD atau tanggul raksasa, SOMO menilai NCICD itu justru akan sangat merugikan Jakarta.

Dalam catatan lembaga SOMO, NCICD itu memuat tanggul Jakarta dan pembuatan 17 pulau baru di Teluk Jakarta. Pulau itu akan berisi rumah dan perkantoran yang menjadi proyek real estate besar dengan nilai investasi mencapai USD 40 miliar.

Dalam proyek tersebut, SOMO menilai pemerintah harus mulai investasi terlebih dulu, sebelum akhirnya mengundang investor. Sehingga, apabila proyek itu gagal, pemerintah akan rugi besar. Sementara apabila NCICD berhasil, kalangan swasta yang akan lebih diuntungkan.

Selain itu, kata Maarten, ada dampak negatif dari segi lingkungan hidup dan sosial dari proyek NCICD. Dari segi lingkungan, NCICD akan mengganggu keseimbangan alam di Teluk Jakarta. Sementara dari segi sosial, pembangunan tanggul akan sangat merugikan masyarakat yang tinggal di sana dan bergantung pada hasil perikanan.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi

Jokowi Tanggapi Komentar Prabowo Soal Ambang Batas 20 Persen

  • Dampak Kenaikan Gaji Tak Kena Pajak Mulai Dorong Konsumsi Masyarakat
  • Pemerintah Dinaikkan Harga Pokok Beras
  • Pemkab Bondowoso Bayar Wartawan Minimal Rp200 Ribu per Berita

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.