Pagi ini Bertemu Ahok, Ini yang Disampaikan Anies

"Jadi kalau tidak ada pembicaraan sekarang, maka anggaran yang disusun tidak cerminkan rencana-rencana yang dijanjikan dalam kampanye gubernur baru."

Kamis, 20 Apr 2017 09:31 WIB

Pasangan calon Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) berjabat tangan usai memberikan keterangan pers menanggapi hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta putaran k


KBR, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta terpilih versi hitung cepat Anies Baswedan menemui Gunernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk membicarakan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2017, serta rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2018. Anies mengatakan, anggaran itu harus segera dibicarakan karena saat ini Ahok mulai menyusun APBD-P dan merencanakan APBD 2018, padahal yang nantinya mengelola anggaran itu adalah dia.

Selain itu, kata Anies, pembicaraan mengenai anggaran ini juga untuk memobilisasi program yang menjadi janji kampanyenya.

"Siklus anggaran dengan siklus Pilkada itu jadwalnya enggak nyambung. Jadi kalau tidak ada pembicaraan sekarang, maka anggaran yang disusun tidak cerminkan rencana-rencana yang dijanjikan dalam kampanye gubernur baru. Kalau tidak ada pembicaraan ini, bisa-bisa rencana gubernur baru baru bisa dilaksanakan 2019," kata Anies di Balai Kota, Kamis (20/04/17).

Anies mengatakan, momen Pilkada yang terjadi di saat penyusunan anggaran memang menyulitkan. Pasalnya, anggaran itu disusun oleh gubernur petahana, sedangkan pelaksananya adalah gubernur baru. Saat ini, Pilkada berlangsung bulan April, sedangkan pelantikannya pada Oktober 2017. Padahal, saat ini Pemprov sedang menyusun APBD-P, dengan tenggat Juni 2017, serta RAPBD 2018 yang harus rampung Oktober 2017. Kata Anies, apabila programnya tak masuk di RAPBD 2018, berarti pelaksanaannya harus molor hingga 2019.

Ahok  meminta Anies segera mengirimkan data rencana penganggaran programnya. Menurut Ahok, perencanaan anggaran sejak awal juga akan menguntungkan Anies. Pasalnya, kata Ahok, koordinasi dengan Anies akan menghindarkannya dari perselisihan dengan fraksi oposisi saat dalam APBD-P atau RAPBD 2018. Menurut Ahok, apabila dia dan DPRD DKI Jakarta ribut, pihak yang dirugikan adalah Anies.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta Gugat Pemprov DKI soal Keterbukaan Informasi Reklamasi

  • Pengamat: Ada Barter Antara Perppu dengan Tambahan Fasilitas DPR
  • Polisi Temukan Selebaran ISIS Bernada Ancaman
  • LN: 2 Negara Capai Kesepakatan Baru soal Sengketa Laut Cina Selatan

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR