Gereja Disegel, Ini Ibadah ke-166 Jemaat GKI Yasmin & Filadelfia di Seberang Istana

Jemaat dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Bogor dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia, Kabupaten Bekasi melangsungkan Jumat Agung di seberang Istana.

Jumat, 30 Mar 2018 21:25 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

ARTIKEL TERKAIT

KBR, Jakarta - Ratusan orang, gabungan dari jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Bogor dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia di Kabupaten Bekasi, melangsungkan Jumat Agung di seberang Istana Merdeka Jakarta, Jumat (30/3/18). Beberapa orang terlihat beribadah sembari membawa payung untuk menghalau terik. Sementara spanduk berisi tuntutan kepada Pemerintah Kota Bogor dan Pemkab Bekasi, dihamparkan.

Ibadah di depan istana itu merupakan yang ke-166, terhitung sejak Februari 2012. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetuk nurani petinggi negara dalam memastikan kebebasan beribadah dan berkeyakinan warganya.

"Kami percaya bahwa suatu hari dari sekarang, walaupun mungkin bukan generasi kami yang merasakan, kami akan bisa masuk ke rumah ibadah itu," ungkap Juru bicara GKI Yasmin, Renata Anggraini di seberang Istana Merdeka Jakarta, Jumat (30/3/18).


Kendati bangunan kedua gereja terhitung sudah enam tahun disegel oleh pemerintah setempat, menurut Renata, para jemaat tak patah arang menyuarakan tuntutan. Mereka tetap meminta agar Presiden Jokowi membuka segel rumah ibadah mereka. Dan, menghentikan segala bentuk diskriminasi memeluk agama ataupun menganut kepercayaan.

Ibadah Jumat Agung dihadiri oleh 14 pendeta, yang dipimpin oleh Steven Sulaiman dari Gereja Kristen Indonesia (GKI). Terdapat sekitar 150an orang yang turut memeringati Ibadah Suci Jumat Agung.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang