Ratusan orang menghadiri acara tahlilan dan doa bersama di Kantor LBH Jakarta, Selasa (21/3/2017). Doa bersama itu digelar setelah Patmi, warga Kendeng peserta aksi Dipasung Semen meninggal pada Selasa pagi. (Foto: Rio Tuasikal/KBR)


KBR, Jakarta - Berbagai elemen masyarakat hadir dalam acara tahlil dan doa bersama di Kantor LBH Jakarta, Jl Diponegoro 74, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017).

Acara itu untuk mendoakan Patmi, petani dari kawasan Pegunungan Kendeng, Pati, Jawa Tengah yang meninggal di tengah mengikuti Aksi Dipasung Semen Jilid II, di Jakarta. Perempuan yang biasa dipanggil Yu Patmi itu meninggal dalam usia 48 tahun, diduga karena serangan jantung.

Di ruangan besar di LBH Jakarta, terlihat kotak kayu bekas dipakai sebagai wadah kaki para peserta aksi dicor semen selama seminggu sebelumnya. Terlihat pula foto Yu Patmi di tengah-tengah kotak kayu itu.

Sekitar seratusan orang dari berbagai elemen seperti aktivis pegiat HAM, buruh, mahasiswa, hingga petani korban konflik Teluk Jambe Karawang Jawa Barat memadati gedung LBH Jakarta itu. Mereka mengikuti acara tahlilan dan doa bersama, sambil menyalakan lilin dan diakhiri dengan acara menabur bunga di sekitar foto Yu Patmi.

Foto itu ditempatkan di lokasi persis dimana sebelumnya Patmi beristirahat karena sakit, sebelum kemudian meninggal ketika dibawa ke Rumah Sakit St Carolus yang berjarak sekitar 300 meter dari kantor LBH Jakarta.

Suasana haru terlihat sejak awal hingga akhir acara tahlil, terutama saat kegiatan tabur bunga diiringi nyanyian bersama lagu 'Mars Kendeng'.

Baca juga:



Salah satu pendamping 'Aksi Dipasung Semen 2', Lini Zurlia menyatakan aksi Kendeng akan tetap dilanjutkan, meski warga Kendeng sudah pulang kembali ke Jawa Tengah karena berduka. Lini mengatakan aksi akan tetap digelar meski pun akan ada format yang berbeda.

"Ini doa perjuangan untuk Bu Patmi, agar dia tetap jadi bara api perjuangan bagi kita," kata Lini Zurlia kepada KBR usai doa bersama, Selasa (21/3/2017).

"Jadi gugurnya Bu Patmi bukan berarti kita berhenti, tapi malah menjadi bara untuk terus membakar semangat," kata Lini.

Lini menjelaskan, format baru aksi Kendeng di depan Istana nanti akan memiliki beberapa opsi. Salah satunya adalah para aktivis ikut menyemen kakinya secara bergantian.

Meski para petani dan warga Pegunungan Kendeng sudah kembali pulang, Lini mengatakan mereka akan menggelar aksi, baik itu di Rembang, Semarang, atau pun kembali ke Jakarta.

"Belum diputuskan apakah mereka akan kembali ke Jakarta. Yang jelas aksi tetap jalan," kata dia lagi.

Baca juga:



Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!