Pipa Pertamina Cilacap Bocor, Warga Berebut Minyak

Ada seratusan warga Desa Tarisi dan beberapa desa lainnya berebut cairan minyak. Meski sudah dijaga polisi, TNI dan Satpol PP, warga tak bisa dibendung untuk mengambil minyak dari dalam tanah.

Senin, 06 Mar 2017 23:11 WIB

Ratusan orang berbebut bensin yang merembes keluar dari pipa Pertamina Cilacap-Bandung, Senin (6/3/2017). (Foto: Sunarto untuk KBR)


KBR, Cilacap – Pipa minyak milik PT Pertamina Cilacap diduga mengalami bocor di Dusun Cikaronjo RR 01/09 Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah. Bahan bakar minyak, yang diduga bensin, merembes keluar hingga puluhan meter dari pipa.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Wanareja Sunarto mengatakan peristiwa bocornya minyak ini pertama kali diketahui Senin (6/3/2017) pukul 14.30 WIB oleh karyawan PT Kereta Api yang tengah melakukan pemeriksaan di jalur rel. Sebelumnya, pada pukul 10.30 WIB, bau menyengat minyak muncul di Dusun Tarisi. Namun, waktu itu belum ada yang menyadari bahwa ada pipa yang bocor.

Beberapa jam kemudian rembesan mulai tampak di permukaan tanah sekitar pipa yang bocor tersebut. Kontan warga berdatangan sembari membawa ember dan berbagai peralatan lain untuk menampung minyak tersebut.

Sunarto mengatakan ada seratusan warga Desa Tarisi dan beberapa desa lainnya berebut cairan minyak. Meski sudah dijaga sekitar 10 anggota polisi, TNI dan Satpol PP, warga tak bisa dibendung untuk mengambil minyak dari dalam tanah.

Sunarto mengatakan minyak dari pipa tersebut memang tidak menyembur keluar. Namun, rembesannya sangat luas sehingga saat tanah dikeruk sejengkal dua jengkal akan muncul cairan minyak tersebut. Dari baunya, Suarto yakin minyak tersebut adalah bensin.

Sunarto mengaku sudah menghubungi dinas pemadam kebakaran untuk bersiaga di lokasi kejadian, karena jumlah aparat keamanan yang ada di lokasi tak sebanding dengan warga yang berebut minyak yang merembes di tanah.

"Betul (pipa Pertamina bocor) Pak, itu di Desa Tarisi. Penjagaan juga sudah diperketat. Pemadam kebakaran sudah saya hubungi untuk standby di lokasi kejadian. (Pertamina) belum tiba, belum datang tapi katanya sedang dalam perjalanan," kata Sunarto yang berada di lokasi, Senin malam (6/3/2017).

Sunarto mendapat kabar itu dari perangkat Desa Tarisi. Hingga Senin (6/3/2017) malam, rembesan minyak masih keluar.

"Itu kalau diambil malah bertambah parah lagi genangannya. Banyak (minyaknya). Itu kalau tidak diambil oleh masyarat. Masyarakat itu menggali sejengkal, satu kilan (satu jengkal) minyak, sudah keluar minyaknya. Ini berarti (pipa) jalur Cilacap-Bandung. Kalau baunya sih bensih Pak," kata Sunarto.

Sunarto menjelaskan, dia sudah melaporkan kepada pihak Pertamina. Namun, hingga pukul 18.30 WIB, pihak Pertamina belum tiba di lokasi. Ia juga sudah meminta polisi menambah jumlah personel di lokasi karena mestinya wilayah itu steril karena berbahaya.

Hingga Senin malam, KBR belum berhasil menghubungi pihak Pertamina Refenery Unit (RU) IV Cilacap.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!