Perketat Pengamanan Raja Salman di DPR, Polisi Kerahkan 3,200 Personel

Selepas berpidato di DPR, Raja Salman akan menuju Masjid Istiqlal dan kemudian bergeser ke Istana Negara untuk melakukan pertemuan dengan para tokoh agama.

Kamis, 02 Mar 2017 11:31 WIB

Aneka spanduk menyambut rencana kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz di Gedung DPR. (Foto: dpr.go.id)


KBR, Jakarta - Kepolisian menurunkan 3,200 personil gabungan untuk menjaga Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud saat mengikuti acara di kompleks MPR/DPR, Kamis (2/3/2017).

Kapolda Metro Jaya Iriawan mengatakan akses ke DPR akan dibatasi secara ketat. Polisi sudah menyiapkan sejumlah posko pengamanan untuk kepentingan koordinasi.

"Posko-posko sudah kita siapkan beberapa titik, juga termasuk pintu masuk. Dimungkinkan nanti kita komunikasikan tentang pintu masuk dan undangan disini. Karena kita komunikasikan dengan pihak di DPR dan TNI disana, undangan harus dibawa dan sesuai undangan yang disampaikan pada para undangan yang ada," kata Iriawan di DPR, Kamis (2/3/2017).

Dalam kunjungan sembilan hari ke Indonesia, Raja Salman mengunjungi Istana Bogor, Jawa Barat pada hari pertama Rabu (1/3/2017). Di hari kedua, Kamis, Raja Salman akan berpidato di ruang sidang utama gedung DPR.

Acara pidato Raja Salman akan dihadiri para anggota DPR dan DPD, sejumlah menteri, para akademisi dan guru besar, tokoh masyarakat dan ormas serta diikuti juga sekitar 100 anggota rombongan Raja Salman.

Pidato Raja Salman ini seperti menjadi 'pengulangan sejarah' ketika pada 1970, Raja Faisal bin Abdulaziz berpidato di depan sidang DPR-Gotong Royong.

Selepas berpidato di DPR, Raja Salman akan menuju Masjid Istiqlal dan kemudian bergeser ke Istana Negara untuk melakukan pertemuan dengan para tokoh agama.

Selama kunjungan Raja Salman, penjagaan keamanan di kawasan DPR dibagi dalam empat ring. Mereka yang akan memasuki DPR diharuskan membawa undangan atau menunjukkan kartu identitas. Arus lalu lintas akan diatur sesuai permintaan dari pihak Arab Saudi, dimana jalan yang dilewati Raja Salman akan ditutup.

Kapolda Metro Jaya Iriawan mengatakan kepolisian siap mengamankan gedung DPR dan Raja Salman dari ancaman, hingga usainya kegiatan hari ini.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menristek Minta Dosen Mundur Karen HTI, Pengamat: Itu Ngawur

  • Jokowi : Pengadaan Alutsista Harus Lewat G to G
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Terorisme
  • Terus Lakukan Intimidasi Penggusuran, Warga Dobrak Gerbang PT KA Bandung

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.