Peduli Kendeng, Aksi Menyemen Diri Jilid 2 Mulai Lagi

"Mulai hari Rabu, Kamis, Jumat akan ada aksi menyemen kaki di depan istana, jam 1 sampai jam 6 sore, tetap sama dengan kotak-kotak semen kemarin."

Rabu, 22 Mar 2017 10:30 WIB

Mendiang Patmi, saat melakukan aksi menyemen kaki di depan Istana Kepresidenan. (Foto: JMPPK)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Puluhan aktivis peduli Kendeng akan menyemen kaki mereka hari ini. Aksi ini ujar Anggota Koalisi Kendeng Siti Rahma Mari Herwati sebagai penghormatan pada pejuang Kendeng Lestari, Patmi. Warga Kendeng yang meninggal kemarin.

Saat ini, kata Rahma ada 10 aktivis yang sudah bersedia menyemen kaki mereka. Aksi akan berlangsung hingga Jumat besok.

"Mulai hari Rabu, Kamis, Jumat akan ada aksi menyemen kaki  di depan istana, jam 1 sampai jam 6 sore, tetap sama dengan kotak-kotak semen kemarin. Kemudian diselingi dengan orasi. Kami aksi tiga berhari-hari sampai Jumat dulu. Apa aksi ini akan lanjut, belum diputuskan," ungkapnya kepada KBR, Rabu (22/03).

Rahma mengaku belum ada keputusan apakah cor kaki aktivis hari pertama akan berlanjut atau tiap harinya cor kaki peserta akan berbeda beda.

"(Setiap hari orang yang sama?) Kita belum tahu, nanti kita lihat perkembangannya," ujar dia.

Rahma memastikan aksi cor kaki warga Kendeng akan terus berlanjut, sampai Jokowi mencabut izin lingkungan PT Semen Indonesia. Warga Kendeng, ujar Rahma masih akan berada di Kendeng, sampai mereka siap kembali ke Jakarta dan masa berkabung usai.

"Mereka akan ke Jakarta, sampai siap lagi. Mungkin 7 hari masa berkabungnya," ungkapnya.

Dini hari kemarin, salah satu peserta Kendeng Patmi meninggal. Warga pegunungan Kendeng, Pati, Jawa Tengah itu diduga terkena serangan jantung.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau