Kunjungi Barus, Jokowi Minta Pisahkan Agama dari Politik

"Tetapi yang banyak memang gesekan kecil-kecil kita ini karena pilkada. Benar tidak? Karena pilgub, pilihan bupati atau walikota. Inilah yang harus kita hindarkan"

Jumat, 24 Mar 2017 16:37 WIB

Makam Mahligai di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. (Foto: Setkab)


KBR, Tapanuli Tengah- Presiden Joko Widodo meminta ulama menyampaikan pesan toleransi kepada jemaahnya. Hal itu diucapkan Presiden Joko Widodo dalam peresmian Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Presiden Joko Widodo mengatakan, saat ini banyak yang mencampuradukkan antara politik dan agama. Sehingga banyak konflik terjadi di tengah masyarakat. Kata Joko Widodo, gesekan antarumat beragama juga sering terjadi di saat kegiatan pemilu di tingkat kabupaten, kota maupun provinsi.

"Jangan sampai antarsuku apalagi antaragama ada pertikaian, ada pergesekan, jangan. Tetapi yang banyak memang gesekan kecil-kecil kita ini karena pilkada. Benar tidak? Karena pilgub, pilihan bupati atau walikota. Inilah yang harus kita hindarkan, jangan sampai campur adukan politik dan agama, dipisah betul," ujar Presiden Joko Widodo di Barus, Tapanuli Tengah, Jumat (24/3/2017).

Joko Widodo menambahkan, sebagai negara yang memiliki banyak suku dan keragaman adat, seharusnya hal itu memperkaya Indonesia dan tidak menjadikan perbedaan suku, adat, ras dan golongan sebagai alat politik yang bisa memicu konflik.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Di Barus, Presiden meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Muslim Nusantara. Tugu itu menjadi simbol masuknya agama-agama di nusantara melalui jalur perdagangan.

Selain itu, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah dan memberikan makanan tambahan bagi siswa, warga dan ibu hamil. Jokowi juga membagikan 9 sepeda kepada siswa-siswi dan warga yang mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo.

Jokowi juga  mendatangi situs bersejarah Makam Mahligai. Kedatangan Presiden Joko Widodo ke situs bersejarah Makam Mahligai untuk mengigatkan kembali toleransi beragama yang sudah terbentuk sejak ratusan tahun lalu.

Kata Jokowi, adanya situs pemakaman Mahligai menggambarkan hubungan Indonesia dan timur tengah yang sudah lama terjalin.

"Ya artinya bahwa hubungan kita dengan timteng sudah lama sekali, kalau sekarang makin erat sudah sewajarnya karena dulu sudah erat kok, jadi kalau sekarang makin erat juga semakin baik," jelas Presiden Joko Widodo.

Joko Widodo juga meminta pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan situs sejarah hubungan Indonesia dan Timur Tengah.

"Nanti tentu saja tanyakan ke pak Mendikbud, atau ke beliau yang ada di sini kira kira nanti anunya seperti apa, " pintanya.

Lebih lanjut Joko Widodo mengingatkan hubungan perdagangan Indonesia dan Timur Tengah sudah terjalin dari ratusan tahun lalu.

"Memang ratusan tahun lalu hubungan itu ada. Jadi ada hubungan dagang mencari di sini, kapur barus, merica, kemiri, kemenyan, semuanya ada. Dari Barus dan sekitarnya dan juga di situ masih ada syiarnya. Itu lah apa sebuah penanda hubungan bahwa ya kita sebenarnya dari ratus tahun lalu ada hubungan sejarah seperti itu," ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR