Densus 88 Tangkap 8 Tersangka Teroris, Halmahera Diincar Jadi Basis Militer Teroris

Juru bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar mengatakan kelompok Cilegon itu menjadi target operasi Densus 88 Antiteror.

Kamis, 23 Mar 2017 22:11 WIB

Mobil Toyota Avanza yang digunakan tersangka teroris yang dilumpuhkan di Cilegon, Banten, Kamis (23/3/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Kepolisian melakukan serangkaian penangkapan terhadap delapan orang terduga teroris dalam pengejaran di Jawa Barat dan Banten.

Empat orang diantaranya dibekuk dalam perburuan di Cilegon pada Kamis (23/3/2017) siang, yaitu tersangka berinisial NK, AS, IP, dan AM di Cilegon, Banten pada Kamis (23/3/2017). Dalam penangkapan itu satu orang yaitu NK tewas karena melawan Densus Antiteror.

Juru bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar mengatakan kelompok Cilegon itu menjadi target operasi Densus 88 Antiteror.

Menurut Boy, NK berencana menggelar pelatihan militer di Halmahera, Maluku Utara. Wilayah Halmahera ini sedianya bakal dijadikan basis militer kelompok Jamaah Ansharu Daulah (JAD) untuk menggantikan Poso.

"Barang buktinya satu pucuk pistol. Dugaan keterlibatan berkaitan dengan perencanaan pelatihan militer di Halmnahera, menyembunyikan informasi mengenai Abu Asybal yang terlibat dalam serangan bom Thamrin," kata Boy di Jakarta, Kamis (23/3/2017).

"Lalu bersama dengan Fajrun, NK melakukan latihan merakit bom di Gorontalo. Selain itu, mereka mengetahui dan menyembunyikan pelaku Bom Samarinda Andi Baso, kemudian melakukan pembelian senjata M16," tambahnya.

Boy menambahkan tersangka teroris NK juga mengikuti pertemuan JAD di Batu Malang Jawa Timur pada 20 hingga 25 November 2015. Saat itu NK merupakan pengajar teknik persenjataan.

Dalam perburuan di Cilegon, Kamis siang tadi, empat orang tersangka itu menggunakan dua mobil. Satu mobil yang ditumpangi NK dan AM mencoba menabrak mobil petugas kepolisian yang menghadang, sehingga polisi melakukan penembakan untuk melumpuhkan mereka.

"Kemudian dalam perjalanan ke Rumah Sakit tersangka NK meninggal dunia," ujarnya. Sedangkan AM mengalami luka tembak di tangan.

Sementara itu, tersangka AS dan IP yang menggunakan mobil berbeda, langsung menyerah saat dihadang petugas. Rombongan tersangka teroris ini berangkat dari Anyer menggunakan dua mobil.

Kronologis

Bekasi

Perburuan tersangka teroris dimulai di wilayah Kampung Pesanggarahan, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Petugas Densus 88 Antiteror menangkap seorang bernama Suryadi Masud di sebuah hotel pada Kamis pukul 05.00 WIB. Suryadi diduga dan diyakini mengetahui dan membangun jaringan kelompok teror antara Indonesia dengan kelompok Filipina Selatan. Suryadi juga diduga mengetahui dan turut mendanai aksi teror bom Thamrin pada 14 Januari 2016 lalu.

Dari informasi yang diperoleh KBR dari Juru bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar, tersangka Suryadi Masud mengaku sudah tujuh kali bolak-balik Indonesia-Filipina untuk pembelian senjata api atas perintah dari Rois, salah satu terpidana mati kasus terorisme.

Dari Filipina, Suryadi berhasil membeli 17 pucuk senjata M16 dan satu pucuk senjata M14. Sementara itu, lima senjata jenis pistol yang dibeli dari Filipina sudah lebih dulu masuk ke Indonesia untuk aksi teror di Thamrin awal tahun lalu.

Dari Suryadi, diperoleh nama Nanang Kosim sebagai salah seorang yang terlibat transaksi pembelian senjata api dari Filipina. Nama lain yang disebut adalah Andi Baso (pelaku bom Samarinda), serta Zaenal Anshori.

Pandeglang

Sekitar tiga jam jam pasca penggerebekan di Bekasi, Densus 88 Antiteror juga menangkap dua orang terduga terois bernama Mulyadi dan Adi Jihadi, di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Mulyadi dan Adi ditangkap pada Kamis sekitar pukul 08.10 WIB, ketika mereka turun dari mobil di pintu gerbang Kelurahan Sindang Laya, Pandeglang.

Cilegon

Pada Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB, Densus 88 Antiteror juga memburu dan menangkap empat orang terduga teroris di Cilegon, Banten.

Empat orang terduga teroris itu bergerak dari Anyer, Banten, menggunakan dua kendaraan Toyota Avanza. Satu mobil dikendarai Nanang Kosim dan Ojid Abdul Majid, sedangkan mobil lain diisi Achmad Supriyanto dan Icuk Pamulang.

Dua mobil itu dikejar aparat Densus 88 Antiteror. Setiba di kawasan Ciwandan, mobil tersangka melambat sehingga dimanfaatkan oleh petugas Densus untuk mendahului dan memotong jalur kendaraan tersangka.

Dua tersangka, yaitu Achmad Supriyanto dan Icuk menyerah. Namun, Nanang Kosim dan Abdul Majid melawan dengan berusaha menabrak mobil Densus, hingga harus dilumpuhkan.

Dalam penangkapan empat orang di Cilegon itu, Densus menyita satu pucuk pistol dari tangan Nanang Kosim, amplop berisi uang dalam mata uang dolar, real dan rupiah, serta sejumlah telepon selular dan dua mobil.

Informasi yang diperoleh KBR, dan sudah dikonfirmasi Boy Rafli Amar, Nanang Kosim diduga berencana melakukan pelatihan militer di Halmahera. Wilayah Halmahera juga direncanakan akan dijadikan basis pelatihan militer Jamaah Anshorud Daulah (JAD) pengganti Poso.

Tangsel

Satu jam kemudian, Densus 88 Anteror juga menangkap seorang yang diduga anggota jaringan Suryadi Masud, yaitu Bambang Eko Prasetyo di Tangerang Selatan.

Bambang ditangkap di sebuah bengkel di Jl Aria Putra, Ciputat, Tangerang Selatan pada Kamis siang sekitar pukul 13.08 WIB. Bambang diketahui memiliki alamat tinggal di Jl Asia Afrika II, Pamulang, Tangerang Selatan.

Menurut Mabes Polri, Bambang Eko Prasetyo diduga turut serta dalam pelatihan militer bersama kelompok teror di Filipina Selatan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menristek Minta Dosen Mundur Karen HTI, Pengamat: Itu Ngawur

  • Jokowi : Pengadaan Alutsista Harus Lewat G to G
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Terorisme
  • Terus Lakukan Intimidasi Penggusuran, Warga Dobrak Gerbang PT KA Bandung

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.