Aksi Solidaritas Kendeng Menular ke Puluhan Tempat di Dalam dan Luar Negeri

Aksi solidaritas Kendeng juga berlangsung di luar negeri seperti di Hong Kong dan Amsterdam, Belanda.

Selasa, 28 Mar 2017 22:53 WIB

Aktivis lingkungan dan masyarakat Sulawesi Selatan menggelar aksi di Kota Palembang, Sabtu (23/3/2017). Aksi itu sebagai bentuk solidaritas dukungan bagi petani Kendeng Jawa Tengah yang menolak pabrik


KBR, Jakarta - Aksi dipasung semen yang dilakukan para petani dari Pegunungan Kendeng Jawa Tengah di depan Istana Negara dua pekan lalu mengundang simpati dari berbagai daerah. Apalagi ada seorang warga, Patmi meninggal saat mengikuti aksi.

Hingga saat ini aksi solidaritas peduli petani Kendeng sudah berlangsung di 40 tempat di seluruh Indonesia. Aksi solidaritas diantaranya digelar warga di Malang Jawa Timur, Purwokerto Jawa Tengah, Bandung Jawa Barat, Palembang Sumatera Selatan hingga Kalimantan Timur. Bahkan di Palu Sulawesi Tengah, aksi juga digelar dengan cara mengecor kaki dengan semen.

Anggota Koalisi Kendeng Lestari, sekaligus Aktivis Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Siti Maimunah mengatakan aksi yang  memperjuangkan penutupan pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah tersebut dilakukan secara spontan.

Maimunah mengatakan aksi itu juga mendapat dukungan dari warga Papua, meski aksi solidaritasnya tidak digelar di Papua, melainkan di Jakarta.

Bahkan, kata Maimunah, aksi solidaritas juga berlangsung di luar negeri seperti di Hong Kong dan Amsterdam, Belanda.

"Jadi ini semacam aksi solidaritas yang ditunjukan dengan berbagai macam cara kebudayaan. Ini tidak hanya gerakan sosial yang menunjukan ekspresi mendukung tapi juga ada gerakan budaya yang terjadi di beberapa tempat untuk mendukung Kendeng," kata Siti Maimunah kepada KBR, Selasa (28/3/2017).

Baca juga:


Siti Maimunah mengatakan dari informasi yang dia dapat, aksi solidaritas akan terus digelar di berbagai daerah selama Presiden Joko Widodo tidak memenuhi tuntutan para petani Kendeng untuk mencabut atau membatalkan izin pabrik semen di Rembang.

"Mereka melihat perkembangan kasus Kendeng, dan puncaknya saat Ibu Patmi meninggal. Dari situ kita tahu Jokowi mem-pingpong warga dengan menyerahkan masalah ini ke Gubernur Jawa Tengah. Padahal kita tahu sudah tidak ada yang percaya dengan Gubernur Jawa Tengah. Ini menjadi gambaran masih banyak warga yang waras, dan mendukung perjuangan Kendeng," kata Siti Maimunah.

Aksi memasung kaki dengan semen dilakukan di depan Istana Negara sejak Senin (13/3/2017). Pada pekan pertama aksi dipasung semen diikuti sekitar 40-an orang petani Pegunungan Kendeng dan aktivis. Sepekan kemudian aksi ini mendapat perhatian secara nasional setelah seorang warga, Patmi, meninggal pada Selasa (21/3/2017).

Hingga saat ini belum ada juga tanggapan dari Presiden Jokowi untuk menemui dan mengabulkan tuntutan mereka.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Saksi Kunci Ungkap Pelaku Penganiayaan La Gode

  • Menko Luhut Sebut Turunnya Perekonomian Bali Akibat Keliru Tentukan Status Gunung Agung
  • KPAI: Kasus Anak Berhadapan dengan Hukum Masih Tertinggi
  • Jurnalis di-PHK Tanpa Pesangon, PT Pikiran Rakyat Didenda Ganti Rugi Rp141 Juta

Dan tentu saja di akhir tahun dan menjelang akhir tahun, selalu ada yang baru dan berbeda yang akan dipersembahkan Alfamart pada para pelanggannya.