Penyerangan Gereja di Yogya, Wiranto: Teror Murni

"Hasil penyelidikan, iya itu memang teroris. Hanya sekarang apakah lone wolf, apakah dalam jaringan. Baru ada satu pendalaman."

Selasa, 13 Feb 2018 09:51 WIB

Sejumlah petugas membersihkan gereja pascapenyerangan yang dilakukan oleh seorang pria dengan senjata tajam saat ibadah misa di Gereja St. Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (12/2). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan penyerangan Gereja Santa Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta minggu lalu murni aksi teror. Menurut dia, kepolisian kini tengah menyelidiki apakah pelaku terkait dengan jaringan teroris tertentu, atau masuk dalam kategori aksi perorangan.

"Untuk yang di Sleman, hasil penyelidikan, iya itu memang teroris. Hanya sekarang apakah lone wolf, apakah dalam jaringan. Baru ada satu pendalaman. Tapi iya, itu teror memang. Itu aksi teror murni," ujar Wiranto usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin(12/2).

WIranto mengatakan sudah mendapatkan laporan dari Kapolri Tito Karnavian. Menurut dia, saat ini polisi juga tengah menggali kemungkinan keterkaitan antara peristiwa di Sleman dengan penyerangan-penyerangan lain terhadap pemuka agama di Jawa Barat dan Tangerang, Banten. Polisi tengah mendalami kemungkinan ada orang-orang yang merancang penyerangan tersebut untuk mengganggu keamanan di tahun politik.

Bekas Ketua Umum Hanura itu meminta masyarakat tidak khawatir. Sebab, aparat keamanan sudah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaannya untuk mengawal gelaran pilkada hingga hari pemilihan. Dia juga meminta seluruh pihak tidak membawa isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dalam praktik politik. Wiranto mengakui cukup sulit mendeteksi seluruh orang yang kerap menjadi provokator, sebab saat ini kebanyakan dari mereka menggunakan media sosial.

"Ingat. Kita sudah instruksikan aparat keamanan untuk menindak tegas semua usaha yang melanggar hukum. Usaha-usaha yang membuat pemilu ini ternoda, ya tidak aman. Aparat keamanan sudah diinstruksikan supaya tegas. Jadi enggak ada kompromi masalah ini."

Sementara itu kepolisian Yogyakarta  masih  mendalami motif pelaku penyerangan gereja Lidwina di Sleman, Yogyakarta. Juru Bicara Kepolisian Yogyakarta, Yulianto mengatakan,  belum dapat menyimpulkan latar belakang di balik aksi penyerangan tersebut.

Kata Yulianto,  penyidik telah memeriksa sebanyak 11 saksi.

"Pemeriksaannya belum selesai. (Ddugaan terkait dengan jaringan terorisme?) Belum. Jadi kami belum bisa menyimpulkan apakah memang ada jaringan atau tidak," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (12/2) malam.

Yulianto menambahkan, dari sebelas orang saksi yang diperiksa itu, belum ada keterangan yang menyebutkan serangan tersebut terkait dengan aksi terorisme lone wolf.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

Status JC Andi Narogong Dibatalkan, KPK Akan Kasasi

  • Kementerian PUPR: Tak Ada Pengawasan Beban Jembatan Widang
  • Inggris Akan Larang Peredaran Sedotan Plastik
  • Moh Salah Ingin Pecahkan Rekor Ian Rush

Diabetes kerap menjadi masalah yang mengkhawatirkan di Indonesia. Penyakit yang satu ini berkaitan erat dengan pola gaya hidup sehat, mulai dari makanan hingga aktivitas fisik.