OTT Bupati Subang, Uang Suap untuk Kampanye Pilkada

"Kami mendapat laporan informasi dari masyarakat akan terjadi transaksi antara pihak-pihak tertentu yang melibatkan penyelenggara negara. "

Kamis, 15 Feb 2018 10:28 WIB

Petugas disaksikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kedua kanan) didampingi Alexander Marwata (kanan) menunjukkan barang bukti yang diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Subang di gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/2). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan 4 orang tersangka dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Subang pada Selasa (13/02) malam. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan OTT tersebut dilakukan di 2 lokasi yakni di Bandung dan Subang, Jawa Barat.

"Yang kemudian KPK mengamankan ada 8 orang di Bandung dan Subang yaitu IA yang merupakan Bupati di Subang periode 2017 - 2018 ini yang tadinya yang bersangkutan merupakan bupati. Bupatinya juga sudah diambil oleh KPK," ujar Basaria di Gedung KPK, Rabu (14/02).

Dalam OTT tersebut KPK juga menangkap Data (swasta) di Rest Area Cileunyi beserta uang sebesar  Rp. 62.278.000,- pada pukul 18.30. Kemudian   pada pukul 19.00 KPK menangkap Mifftahuddin (swasta) di Subang. KPK melanjutkan dengan menangkap  Bupati Subang, Imas Aryumningsih di rumah dinasnya, beserta 2 ajudan dan 1  supirnya.

Selain itu, KPK juga menangkap Asep Santika, Kepala Bidang Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu beserta uang sebesar Rp. 225.050.000,  dan  Sutiana, Kepala Seksi Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu beserta uang sebesar Rp. 50.000.000.

Dalam kasus tersebut, Imas diduga menerima hadiah dari para pengusaha yakni PT. ASP dan PT. TBM untuk mendapatkan izin pabrik di Subang. Berdasarkan hasil penyelidikan KPK, komitmen fee awal antara pemberi dan perantara yang merupakan orang dekat Bupati tersebut sebesar Rp. 4,5 miliar, sedangkan fee antara Bupati ke perantara sebesar Rp. 1,5 miliar.

Dana tersebut kata Basaria digunakan sebagai dana kampanye Imas Aryumningsih yang mencalonkan diri pada kontestasi Pilkada Subang 2018 ini. Selain itu, Imas juga memperoleh fasilitas berupa pemasangan baliho serta sewa kendaraan (mobil Toyota Alphard) untuk kepentingan kampanye.

Dalam kasus OTT tersebut, KPK menetapkan 4 orang tersangka, yakni Mifftahuddin sebagai pemberi, serta Imas Aryumningsih, Data, dan Asep Santika sebagai penerima.

Kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah  OTT itu dilakukan berdasarkan   laporan dari masyarakat terkait transaksi yang akan dilakukan sejumlah orang.

"Kami mendapat laporan informasi dari masyarakat akan terjadi transaksi antara pihak-pihak tertentu yang melibatkan penyelenggara negara. Kemudian kami kroscek ke lapangan. Ternyata memang benar ada bukti-bukti awal yang kita dapatkan," ujar Febri di Gedung KPK, Rabu (14/02).

Pejabat sementara Bupati Kabupaten Subang Dady Iskandar meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) bekerja seperti kondisi normal usai operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Imas Aryumningsih. 
Menurut Dady Iskandar program pemerintahan yang sedang berjalan sekarang tidak boleh terhambat akibat kejadian itu.

"Tenang saja makanya jelas tetap kondusif karena ini musibah tetap roda pemerintahan harus berjalan apapun soal rumah dinas bagaimana, saya bisa bekerja di mana saja. (Ada titipan pesan dari Gubernur?) Kita melaksanakan tugas sesuai melekat tentang kewenangan Bupati Pjs, terutama tentang sosialisasi netralisasi ASN (dalam Pilkada)," kata Dady Iskandar di Kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Dipenogoro, Bandung, Rabu (14/04).

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.