Katulampa Siaga 1, Warga Jakarta Diminta Waspada Banjir

"Kepada warga yang berada di bantaran Sungai Ciliwung agar tetap siaga dan waspada banjir karena Katulampa siaga 1 dengan ketinggiaan TMA 240 cm

Senin, 05 Feb 2018 10:19 WIB

Pintu air Katulampa, Bogor, Jawa Barat pada Senin (05/02). (Foto: KBR/Teddy I.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Bogor- Petugas Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat pada Senin (5/2/2018) pagi, menyatakan status siaga 1 atau siaga banjir Jakarta dan sekitarnya, khususnya warga di bantaran Sungai Ciliwung.  Peningkatan status itu terjadi lantaran wilayah hulu Sungai Ciliwung yang berada di kawasan Puncak, Bogor sejak dini hari tadi diguyur hujan deras hingga saat ini.

Sementara Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa telah menyentuh di ketinggian 240 senti meter sekira pukul 09.05 Wib. Padahal, satu jam sebelumnya, ketinggian air di baru mencapai 180 senti meter atau siaga 2.

Kepala Pengawas Bendung Katulampa, Andi Sudirman mengimbau kepada warga Bogor dan Jakarta, khususnya yang tinggal di bantaran sungai agar waspada terhadap bencana banjir.

"Kepada warga yang berada di bantaran Sungai Ciliwung agar tetap siaga dan waspada banjir karena Katulampa siaga 1 dengan ketinggiaan TMA 240 cm tadi jam 09.05 Wib," ujar Andi saat dihubungi KBR, pagi.

Sementara hingga saat ini, lanjut Andi, kondisi cuaca di wilayah Puncak masih diguyur hujan lebat.

"Debit air sampai 590,715 liter/detik. Masih ada kemungkinan naik, karena di kawasan Puncak masih hujan," tandasnya.


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".