Terancam Demo, Ratusan Aparat Jaga Salat Jumat Jemaat Ahmadiyah Sawangan Depok

"Dari Polres, Polsek, dan juga ada yang dari Polda. Selain itu ada juga Satpol PP. Kami tadi tetap melakukan salat dan khotbah Jumat berjamaah di halaman masjid yang telah disegel,"

Jumat, 24 Feb 2017 13:37 WIB

Jemaat Ahmadiyah Sawangan Depok, Jabar menjalankan ibadah salat Jumat dengan penjagaan ratusan aparat. (Foto:KBR/Sejuk)


KBR, Jakarta- Ratusan aparat gabungan diterjunkan di sekitar Masjid Al-Hidayah, milik Jemaat Ahmadiyah di Sawangan, Depok. Selain itu, salah satu pemimpin Jemaat Ahmadiyah di sana, Idris Somad menjelaskan, sejumlah kendaraan taktis milik aparat kepolisian juga nampak terparkir di beberapa titik.

Kata Idris, para jemaat tetap bisa melakukan ibadah salat berjamaah di depan masjid yang telah disegel.

"Jemaat Ahmadiyah sudah mulai banyak yang dijaga polisi. Baik itu dari Polres, Polsek, dan juga ada yang dari Polda. Selain itu ada juga Satpol PP. Kami tadi tetap melakukan salat dan khotbah Jumat berjamaah di halaman masjid yang telah disegel," katan Idris kepada KBR, Jumat (24/02).

Sejumlah kelompok di Depok, Jawa Barat berencana menutup kegiatan Ahmadiyah di Sawangan secara permanen. Aksi akan dilakukan hari ini seusai salat Jumat hingga pukul 16.00 WIB.

Aksi ini  menggunakan nama Aksi Damai 242. Informasi melalui media sosial menyebutkan, kelompok itu akan melibatkan warga Kecamatan Sawangan, Bojongsari dan sekitarnya dalam aksi. Kelompok itu berencana menggelar aksi dari terminal bayangan yang berjarak 500 meter dari masjid Ahmadiyah.

Aksi ini dilakukan setelah, kemarin Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok menyegel masjid. Penyegelan yang dilakukan Satpol PP dibantu polisi dan TNI ini dilakukan lantaran adanya laporan kegiatan jemaah dianggap meresahkan warga sekitar dan ulama.



Sehari sebelumnya, sejumlah kelompok di Depok, Jawa Barat berencana menutup kegiatan Ahmadiyah di Sawangan secara permanen. Kelompok itu berencana menggelar aksi pada Jumat (24/2/2017) usai salat Jumat.

Informasi melalui media sosial, warga Kecamatan Sawangan, Bojongsari dan sekitarnya diajak untuk terlibat aksi itu. Mereka diminta menggunakan baju koko dan peci berwarna putih sebagai penanda.

Pemrakarsa aksi yang menggunakan label "Aksi Damai 242" itu meminta peserta tak membawa senjata, apalagi senjata tajam.  Rencananya peserta aksi akan berangkat bersama-sama dengan titik kumpul di terminal bayangan perumahan Sawangan Permai Tugu. Lokasi ini berjarak kurang lebih  500 meter dari masjid Ahmadiyah.

Aksi ini dilakukan setelah pada Kamis, (23/2/2017) Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok menyegel masjid. Penyegelan yang dilakukan Satpol PP dibantu polisi dan TNI ini dilakukan lantaran adanya laporan kegiatan jemaah dianggap  meresahkan warga sekitar dan ulama.
 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.