Sidang Ahok, JPU Hadirkan Saksi dari Kepulauan Seribu

Kuasa hukum Ahok bakal fokus keberadaan saksi. "Prinsipnya bahwa saksi itu harus memang benar-benar melihat mendengar peristiwa tersebut."

Selasa, 07 Feb 2017 09:01 WIB

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memasuki ruang sidang untuk menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Jaksa Penuntut Umum (JPU) berencana menghadirkan saksi dari Kepulauan Seribu pada sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hari ini. Berdasarkan informasi terakhir dari Kejaksaan RI Jakarta Utara, JPU akan menghadirkan tiga orang saksi. Dua diantaranya adalah nelayan Kepulauan Seribu atas nama Jaenudin alias Panel dan Sahbudin alias Deni.

Kuasa hukum Ahok, Ronny Talapessy, mengatakan mereka akan fokus mendalami apakah saksi yang dihadirkan JPU itu menyaksikan langsung Ahok berpidato di TPI Kepulauan Seribu tahun lalu.

"Kita mau menggali keterangan saksi betul tidak saksi melihat langsung mengenai pidato di Pulau Panggang. Prinsipnya bahwa saksi itu harus memang benar-benar melihat mendengar peristiwa tersebut," kata Ronny kepada KBR, Selasa (7/2/2016).

Ronny masih optimis warga Kepulauan Seribu yang menghadiri acara sosialisasi program yang dilakukan Ahok tahun lalu itu tidak ada yang mempermasalahkan pidatonya. Pada saat itu, warga Pulau Panggang justru menyambut baik kedatangan Ahok.

Sampai saat ini, proses persidangan masih menghadirkan saksi-saksi dari pihak penuntut. Menurut Ronny, tim kuasa hukum masih mencermati jalannya persidangan. Jika nanti dirasa perlu, kata dia, mereka juga akan menghadirkan warga Kepulauan Seribu sebagai saksi.

Selain dua orang dari Kepulauan Seribu, JPU juga akan menghadirkan anggota Komisi Fatwa MUI, Hamdan Rasyid, untuk bersaksi. Hamdan akan dimintai keterangan seputar fatwa yang dikeluarkan MUI pasca tuduhan penodaan agama yang dilayangkan pada Ahok.

Pada persidangan pekan lalu, JPU sudah menghadirkan Ketua MUI Ma'ruf Amin dan anggota KPU DKI Dahlia Umar.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau